Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
ELSAM dan ICJR Nilai Penetapan KKB Sebagai Teroris Bahayakan Warga Sipil Papua
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penetapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai kelompok teroris dinilai membahayakan warga sipil di Papua.
Hal ini diungkapkan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) yang menilai keputusan pemerintah melalui Menkopolhukam mengenai status teroris terhadap Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) adalah keputusan serampangan yang berpotensi menodai status Indonesia sebagai negara hukum menjadi negara kekuasaan.
"Perubahan status ini jelas berpotensi membawa legitimasi hukum bagi pemerintah untuk mengerahkan pasukan keamanan-militer dalam jumlah yang lebih besar dari sebelumnya, dengan alasan pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme," demikian dikutip dalam siaran pers ELSAM dan ICJR, Sabtu (1/5/2021).
Menurut ELSAM dan ICJR, dengan pengerahan pasukan yang akan lebih banyak malah akan menciptakan suasana yang kian brutal di Papua. Menurut mereka, kebijakan keamanan-militeristik yang selama ini diterapkan di Papua oleh pemerintah justru memperlihatkan kontribusi pemerintah dalam menciptakan teror bagi warga sipil, terutama Orang Asli Papua.
"ELSAM dan ICJR menilai bahwa penetapan KKB sebagai kelompok teroris akan berdampak serius bagi keamanan warga sipil di Papua dan berpotensi menyebabkan tingkat eskalasi kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua kian meningkat," katanya.
Atas dasar tersebut, ELSAM dan ICJR mendesar Presiden Joko Widodo alias Jokowi memerintahkan Menkopolhukam menilai kembali dan mencabut penetapan KKB sebagai kelompok teroris karena akan berdampak serius bagi persoalan HAM. "Mendesak Presiden Jokwi menempuh jalan damai dengan cara-cara dialog yang bermartabat melibatkan seluruh aktor pemangku kepentingan yang terlibat dalam perjuangan Papua selama ini," kata mereka.
Mereka juga mendesak Jokowi melakukan pendekatan persuasif dengan mengedepankan dialog dengan semua elemen masyarakat di Papua daripada menggunakan pendekatan represif dan militeristik.
"Presiden Jokowi memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengevaluasi kembali operasi-operasi keamanan di Papua, yang menjadi dasar pengiriman atau penambahan pasukan TNI/Polri di Papua, sampai dengan jelasnya status keamanan Papua," kata dia.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan