Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hilang 4 Hari, Komang Arsa Ditemukan Tewas di Bantaran Sungai Tukad Malam
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Komang Arsa (48) warga Banjar Dinas Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem ditemukan meninggal di kawasan aliran sungai Tukad Malam pada Selasa, (11/05/2021).
Kapolsek Bebandem, AKP. I Wayan Gede Wirya saat dikonfirmasi menyebutkan, korban sempat menghilang sejak empat hari lalu sampai akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia pagi ini sekitar pukul 09.10 WITA di aliran sungai Tukad Dalem yang berada di wilayah Banjar Dinas Kreteg, Sibetan.
"Korban pergi dari rumah sekitar empat hari lalu tanpa sepengetahuan keluarganya, sempat juga dilakukan pencarian di sekitar rumah namun tidak ditemukan, sampai akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal di aliran sungai," ujarnya.
Korban diketahui mengalami gangguan jiwa (ODGJ) bahkan sebelumnya pihak keluarga mengatakan yang bersangkutan sempat menjalani perawatan di RSJ Bangli. Karena kondisinya dianggap membaik akhirnya ia diberikan pulang ke rumah.
Disamping itu, sebelumnya korban sempat juga dikatakan melakukan percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri dan menceburkan diri ke sungai, hanya saja saat itu aksi korban berhasil digagalkan.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2938 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun