Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Terkuak! PSK Online Yang Ditemukan Tewas di Kos, Dibunuh Sosok Ini
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Alif Surani alias Ratna (31) wanita yang ditemukan tewas di kamar kos, 7 Mei lalu dipastikan merupakan korban pembunuhan.
Ratna ditemukan meregang nyawa di Kos Amora yang berada di i Pusponjolo Selatan, Semarang Barat oleh rekan sesama kos.
Ibu enam anak itu ternyata dihabisi Daffa Dhiyaulhaq Kurniawan (23) dan Ibnu Setiawan (19). Keduanya un sudah ditangkap dan diamankan di Polrestabes Semarang.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan bagaimana proses kedua tersangka saat melakukan kejahatan. Awalnya, tersangka Daffa dan Ibnu memang berkenalan dengan Ratna dari sosial media.
“Keduanya mendapat PSK yang bernama Ratna. Lalu terjadi kesepakatan sebesar Rp350.000,” ujar Irwan Anwar dalam gelar perkara dan dilansir AyoSemarang.com--jaringan Suara.com, Rabu (12/5/2021).
Dia memaparkan, tersangka dan korban janjian bertemu di Kos Amora. Setelah bertemu keduanya sempat minum-minuman keras sebelum berhubungan. Usai minum Daffa masuk ke kamar Ratna sementara Ibnu menunggu di luar saja.
Dalam aksi ini, Ibnu hanya berperan mengawasi keadaan dan menjual barang curian.
Setelah berhubungan intim, Daffa melakukan aksinya. Dia mencari posisi di belakang korban lalu meraih kabel charger untuk dijerat di leher korban. Kabel charger itu memang sudah disiapkan tersangka yang disimpan di saku jaketnya.
“Yang menarik dari kasus ini adalah bahwa tersangka Daffa sempat akan menghilangkan jejak dengan berupaya membakar TKP dan korban. Caranya adalah dengan membakar kasur dengan rokok,” ungkap Irwan.
Namun sayang upaya tersebut gagal karena rokok tersebut hanya membakar bagian bawah kasur korban. Setelah itu kedua tersangka melarikan diri.
Daffa tidak hanya membunuh tetapi juga mencuri harta benda milik korban seperti sebuah handphone merek Oppo dan uang sejumlah Rp500 ribu.
“Kasus ini kami nilai sebagai pembunuhan berencana karena tersangka tidak hanya membunuh tapi juga mencuri,” pungkasnya.
Tersangka Daffa mengaku jika kejahatan yang dilakukan adalah bermotif ekonomi. Dia kesulitan uang karena tidak bisa membayar sewa kos.
“Semua ini karena alasan ekonomi,” ujarnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan