Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Nasib Pariwisata Tak Jelas, Badung Lirik Ekonomi Kreatif dan Pertanian
BERITABALI.COM, BADUNG.
Guna menggairahkan perekonomian masyarakat, Kabupaten Badung berencana mengembangkan ekonomi kreatif dan sektor pertanian. Hal itu disampaikan Anggota DRPD Badung, I G.A.A. Inda Trimafo Yudha, belum lama ini.
Dalam diskusi bersama Kepala Pelaksana Harian Bkraf Denpasar, I Putu Yuliarta kala itu, Inda menyebut krisis ekonomi akibat pandemi membuat Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Badung menjadi babak belur.
Dia yang juga terlibat mengonsep penyediaan anggaran APBD Badung itu mengatakan, sebelum pandemi posisi Pendapatan Asli Daerah di Badung mencapai Rp6 triliun, turun Rp4,5 triliun hingga menjadi Rp2,4 Triliun.
Atas kondisi itu, Inda menyebut Badung mulai melirik sumber pendapatan dari sektor lain. Salah duanya yakni ekonomi kreatif dan pertanian.
"Melihat kondisi Badung, Kami mengembangkan ekonomi kreatif Badung," ungkapnya.
Dia menyadari pilihan untuk beralih sumber pendapatan dari sektor pariwisata menuju pertanian bukannya keputusan populer. Tetapi, dia yakin upaya itu membangun gairah sumber pendapat lainnya di Badung.
Menuju hal itu, pihaknya berencana akan bersinergi bersama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar.
Diakuinya, perekonomian Badung yang babak belur, harus segera menyesuaikan diri, salah satunya beralih serta memfokuskan diri ke bidang ekonomi kreatif, dengan menentukan target market.
Ketua Pelaksana Harian Bkraf Denpasar, I Putu Yuliartha menilai ekonomi kreatif tidak bisa berdiri sendiri atau terkotak-kotak, hanya satu daerah saja, seperti Denpasar, Gianyar atau Badung saja.
Karena, semuanya masih dalam satu rantai, yang disebut "Economy Change", dengan "Circle-nya, ada dalam satu pulau ini, yaitu Bali.
"Contoh gampangnya di Bali ini, dari sekian ratus ribu produk yang dihasilkan di Bali, misalnya anyaman lontar," ujarnya.
Menariknya, kata dia, begitu bicara ekonomi kreatif, apapun produk turunannya, kini, kita menghadapi transformasi digital yang tak mungkin dihindari. Jika menyebutkan transformasi digital, diakuinya, telah berlangsung lama. Cuma saat masa pandemi ini, kita dipaksa bergerak menjadi lebih cepat lagi.
"Jadi tidak ada yang disembunyikan lagi, apalagi sistem menunggu. Semua terjadi begitu cepat," ujarnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8321 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5752 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3598 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2432 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar