Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tega! Penjual Kacang Disabilitas Dihajar Preman Mabuk
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Aksi premanisme menimpa seorang penyandang disabilitas bernama Irvan Kurniawan (21). Ia dipukuli preman karena menolak memberikan uang pada preman tersebut.
Irvan merupakan penjual kacang asin di depan salah satu minimarket di wilayah Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Kejadian nahas itu pernah ia alami ketika berjualan kacang asin. Preman dalam kondisi mabuk tiba-tiba datang menghampirinya dan meminta sejumlah uang.
Ia enggan memberikan uang pada preman itu mengingat penjualan kacang asinnya belum begitu banyak. Preman itu kemudian emosi dan memukuli penyandang disabilitas itu.
Peristiwa itu merupakan satu di antara banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi Irvan ketika mengais rejeki dengan berjualan kacang asin.
Namun, meski dengan keterbatasan fisik, setiap hari ia berjualan dari pagi sampai malam demi membantu perekonomian keluarga.
Irvan mengaku sempat dilarang oleh orang tuanya untuk berdagang.
“Namun saya tetap ingin berdagang, tidak mau bergantung sama orang tua,” ujar Irvan Selasa (18/5/2021).
Irvan mengatakan, setiap hari pulang ke rumah tidak menentu. Kadang sore atau bahkan sampai tengah malam.
“Tergantung penjualan, kalau sudah habis, sore juga pulang, tapi kalau masih banyak ya terpaksa sampai malam,” katanya.
Irvan pun menceritakan kisah sedihnya sebagai seorang pedagang penyandang disabilitas.
Suatu malam, ia didatangi preman yang sedang mabuk dan meminta uang kepadanya.
Namun Ivan menolak untuk tidak memberikan uang lantaran hasil penjualan kacang asinnya sedikit.
Si preman itu lalu memukulinya hingga memar. Ia mengaku tidak kenal dengan preman tersebut.
“Saya tidak kasih uang karena pendapatan baru sedikit, saya juga tidak habis pikir kenapa ada orang tega seperti itu, beraninya sama penyandang disabilitas,” jelas Irvan.
Ia mengungkapkan, sudah berjualan kacang asin sejak tahun 2017 silam.
Dalam sehari ia mendapatkan uang tidak menentu, kadang Rp50 ribu, Rp75 ribu atau bisa sampai Rp100 ribu kalau ramai.
“Alhamdulillah, meski saya seorang penyandang disabilitas, namun saya tidak merepotkan keluarga,” pungkasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan