Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Anak Siksa Ibu Kandung, Disiram Air Panas Saat Tidur
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemuda berusia 20 tahun berinisial Ha di Kotabumi, Lampung Utara, ditangkap polisi karena menganiaya ibu kandung, Sri (51).
Ha, Senin (24/5/2021), tega membacok sang ibu.
Tak hanya itu, pelaku juga menyiramkan air ke badan sang ibu hingga kulitnya melepuh. Kesemua itu dilakukan Ha saat Sri tertidur.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, peristiwa itu terjadi hari Kamis (20/5) akhir pekan lalu. Polisi baru mendapat informasi tentang kejadian itu, Minggu (23/5).
Sri, warga Kelurahan Cempedak, Kecamatan Kotabumi, mendapat luka bacokan di kepala dan tangan. Selain itu, sekujur tubuhnya melepuh akibat disiram air panas.
Ketika dianiaya Ha, korban sempat berteriak sehingga menarik perhatian tetangga sekitar. Warga yang berdatangan langsung mengamankan pelaku dan menolong korban.
"Sri memang tinggal berdua saja dengan anaknya, Ha. Anaknya itu ada riwayat gangguan jiwa," kata tetangga.
Saat kejadian, Sri sedang tertidur di dalam rumah. Saat itulah, Ha tiba-tiba datang dan menyiram korban memakai air panas.
Setelahnya, Ha juga membacok kepala dan tangan korban. Warga baru mengetahui kejadian itu saat Sri berteriak meminta pertolongan.
"Warga mendobrak pintu, setelah mendengar Ibu Sri berteriak. Saat kami masuk, korban sudah berdarah di kasur. Dia mungkin dianiaya saat tidur," kata dia.
Kekinian, korban masih dirawat di rumah sakit akibat luka-luka. Sementara Ha sudah diamankan polisi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5560 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3487 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2344 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan