Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir Setelah Diguyur Hujan 4 Jam
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hujan selama empat jam melanda kawasan Banyuwangi, Jawa Timur. Akibatnya, Sungai Bagong di Kelurahan Sobo, Banyuwangi, meluap hingga menggenangi permukiman warga.
Rumah warga yang kebanjiran akibat luapan Sungai Bagong ini terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 50 – 100 hingga centimeter. Menurut warga banjir mulai masuk ke permukiman usai Subuh.
"Hujan deras mulai jam 1 atau setengah 2 gitu, hujannya deras tapi air belum masuk, hanya genangan. Air masuk itu habis subuh," kata seorang warga bernama Dwi, Rabu (09/07/2021).
Dwi merupakan warga di Lingkungan Sutri, Kelurahan Sobo. Rumahnya ikut terendam air. Akibat banjir warga mulai khawatir karena air semakin tinggi. Bersama warga lain, mereka saling bahu membahu menyelamatkan barang berharga. Beberapa warga juga terlihat menguras air yang masuk. Mereka juga membendung air dengan batang pisang di pintu rumah mereka.
"Biasanya gak seperti ini, tapi ini cukup tinggi," ujar Dwi.
Selain itu, pantauan banjir juga terjadi di Kelurahan Pakis. Ketinggian air masuk ke rumah beragam. Bahkan, petugas polisi mulai menutup jalur penghubung antara Kelurahan Sobo dan Kelurahan Pakis.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2950 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2018 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun