Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
NASA Berburu "Alien" ke Planet Mars
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kehidupan alien memang selalu menarik. Tak jauh berbeda, Badan Antariksa AS atau NASA punya keinginan untuk meneliti terkait kehidupan di luar Bumi.
NASA punya Transiting Exoplanet Survey Satellite atau TESS yang lepas landas tahun 2018 lalu. TESS merupakan pesawat antariksa untuk mendeteksi planet di luar tata surya atau disebut sebagai exoplanet.
TESS punya pekerjaan serupa dengan pesawat Kepler yang saat itu sudah mengindetifikasi 2.342 exoplanet. Disebutkan jika 30 diantaranya dipastikan dalam zona layak huni bintang induknya dan cukup dekat dengan air di permukaan, dikutip Engadget, Sabtu (12/6/2021).
TESS mengerjakan hal berbeda dengan mencari tahu soal dunia yang cukup jauh dari Bumi. Sebab dengan Kepler terlalu jauh untuk mengumpulkan sebagian besar detail para planet itu.
Selama misi dua tahunnya itu, TESS mempelajari lebih dari 200 ribu bintang. TESS berfokus pada bintang yang lebih dekat dengan kita dibandingkan pada jarak yang jauh.
Alasannya bisa lebih mudah membaca dan mengonfirmasi. Serta memungkinkan mengumpulkan lebih banyak data mengenai spesifikasi planet yang telah dideteksi.
Dilansir dari CNBC Indonesia, selama misi utamanya yang diselesaikan 4 Juli 2020, TESS mencitrakan 75% langit berbintang. TESS juga menangkap mosaik raksasa, menemukan 66 exoplanet baru atau dunia di luar tata surya kita serta hampir 2100 kandidat yang dikerjakan oleh para astronom untuk dikonfirmasi.
"TESS menghasilkan semburan pengamatan berkualitas tinggi yang menyediakan data berharga di berbagai topik ilmu pengetahuan. Saat memasuki misi yang diperluas, TESS sudah sukses besar," kata ilmuwan proyek TESS di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, Patricia Boyd, dikutip dari laman NASA.
Selain melalui TESS, NASA juga berburu alien melalui Perserverance. Pesawat robotik itu telah mendarat di Kawah Jezero Planet Mars bulan Januari lalu.
Perserverance memulai pejelajahan mencari alien, yakni jejak kehidupan mikroba purba.
Kawah Jezero sendiri seperti bekas cekungan danau yang diperkirakan dialiri oleh sungai namun sudah mengering. Lokasi tersebut cukup mendukung mencari sisa kehidupan yang pernah ada dari Planet Mars.
Sebelum sampai ke Mars, robot itu melalui perjalanan panjang dari Bumi hampir tujuh bulan. Perseverance menempuh perjalanan 472 juta km sebelum akhirnya menembus atmosfer Planet Merah.
Saat masuk ke atmosfer, pesawat itu memiliki kecepatan 19 ribu km per jam untuk turun ke permukaan Mars. Menurtu Direktur Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Michael Watkins menyatakan misi baru akan dimulai saat pesawat telah mendarat.
"Kami membuat misi bukan untuk mendarat, tetapi sebenarnya untuk mengemudi, dan untuk mendapatkan sampel serta melakukan demonstrasi teknologi lainnya," kata Watkins, dikutip dari Reuters.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2427 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun