Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
12 PMI Asal Lombok Ditangkap Saat Menyebrang ke Malaysia
BERITABALI.COM, NTB.
Sebanyak 12 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok, NTB akan berangkat secara ilegal ke Malaysia, diamankan Polres Bintan, Polda Kepulauan Riau.
Dari 53 PMI atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang diamankan saat itu, diantaranya 41 orang eks ABK kapal ikan China.
“Mereka kita amankan di Pelabuhan Gentong, Kelurahan Tanjung Uban, Senin (28/6) malam,” kata Kapolres melalui konferensi pers di kantornya, Rabu (30/6).
Kapolres menjelaskan 41 PMI bekas ABK kapal ikan asing China penangkap cumi milik grup perusahaan FU YUAN YU itu masuk ke Kabupaten Bintan secara ilegal, Minggu (27/6) pukul 23.00 WIB, menggunakan speed boat mesin 200 PK yang tidak dikenal dan diketahui oleh para PMI.
Mereka mempunyai dokumen keberangkatan kontrak kerja sah, namun masuk kembali ke Indonesia melalui jalur tidak resmi di Kabupaten Bintan.
Sementara sebanyak 12 PMI ilegal lainnya berasal dari Lombok. Mereka berangkat menggunakan pesawat transit Surabaya dan turun di Kota Batam.
Kemudian, naik taksi dari bandara ke Pelabuhan Kapal Roro Punggur Batam. Selanjutnya menyeberang menuju ke Pelabuhan Penumpang di Tanjung Uban dan dijemput oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya.
“Mereka lalu dibawa ke Pelabuhan Gentong (tidak resmi),” ungkap Kapolres.
Dari pengakuan PMI Ilegal yang hendak berangkat ke Malaysia, kata Kapolres, mereka harus membayar kepada pengurus yang berada di Lombok Tengah berinisial NWR sebesar Rp5 juta sampai Rp6 juta per orang.
Tetapi saat mengamankan PMI tersebut, pihaknya tidak menemukan speed boat, tekong maupun pengurus yang memberangkatkan mereka di lokasi kejadian.
“Saat ini masih dalam proses pencarian oleh penyidik,” ujarnya.
Lebih lanjut Kapolres memastikan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Polres Bintan, 53 PMI tersebut sudah dites usap antigen oleh Dinkes Kabupaten Bintan dengan hasil negatif.
Setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya akan diserahkan ke Selter BP2MI Tanjungpinang dan RPTC Kementerian Sosial di Senggarang, Kota Tanjungpinang.
“Khusus ABK akan dilakukan tes usap PCR kembali setelah berada di tempat karantina tersebut,” kata Kapolres Bintan itu.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 466 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 367 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 310 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun