Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pria Palsukan Hasil Tes Covid-19 Agar Bisa Kabur dari Rumah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria di Indore Madhya Pradesh palsukan hasil tes Covid-19 agar terlihat positif sehingga ia bisa kabur dari rumah dan menghindari istrinya.
Menyadur India Today, Senin (12/07), pengusaha ini bernama Ejaz Ahmed ini berasal dari distrik Mtown di Madhya Pradesh. Dia bertengkar dengan istrinya dan memutuskan kabur dari rumah.
Menurut keluarga, Ejaz mengunduh laporan positif Covid-19 dari internet dan mengeditnya menggunakan Photoshop.
Dia mengutip laporan itu untuk memberi tahu istri dan anggota keluarganya bahwa dia telah dites positif Covid-19 dan perlu tinggal di pusat Covid yang dikelola negara selama beberapa hari.
Ketika tidak pulang ke rumah setelah sebulan, istri Ejaz menjadi curiga dan meminta ayahnya untuk memverifikasi laporan Covid-19.
Setelah menghubungi laboratorium swasta di Yashwant Plaza dekat kantor polisi Gwaltoli di Indore, mereka baru menyadari bahwa laporan itu palsu.
Pemilik laboratorium, Vinita Kothari, mengajukan pengaduan polisi ke kantor polisi Gwaltoli terkait hal ini.
Polisi mendaftarkan kasus terhadap Ejaz Ahmed di bawah pasal 465 dan 469 (Hukuman untuk pemalsuan) dari KUHP India (IPC). "Kami sedang mencari Ejaz," kata polisi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun