Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Nenek Nangis Disuruh di Rumah Selama Pandemi Covid-19
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video curhatan seorang nenek beredar di media sosial. Nenek tersebut mengeluhkan kondisinya selama pandemi Covid-19.
Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @insta_julid. Dalam video tersebut, nenek itu terlihat menangis.
Dia mencurahkan perasaannya menghadapi pandemi Covid-19.
Nenek tersebut diminta oleh Ketua RT di lingkungannya untuk terus berada di rumah.
Sementara, nenek tersebut harus bekerja dengan berjualan di pinggir jalan.
Begini curhatan pilu nenek tersebut.
Nangis Disuruh di Rumah
Dalam video tersebut, sang nenek merasa sedih saat RT di lingkungannya mengimbau agar dirinya berdiam diri di rumah.
Nenek tersebut biasa berjualan di pinggir jalan untuk menyukupi kebutuhannya.
Kulitnya pun terlihat keriput. Nenek tersebut curhat mengenai kondisinya.
Dalam tayangan itu, nenek tampil mengenakan kerudung berwarna hitam dan masker kain yang ada di dagunya.
Nenek tersebut curhat sambil menangis menjelaskan keadaannya selama pandemi Covid-19.
"Biar nak ada virus corona, kata pak RT harus di rumah terus nenek makan apa?" ungkapnya sambil menangis.
Raut wajahnya begitu sedih ketika ia menceritakan kondisinya di tengah masa pandemi Covid-19 ini.
Nenek tersebut menutup wajahnya dan menghapus air mata yang berlinang saat mencurahkan perasaannya.
Komentar Warganet
Unggahan video curhatan sang nenek pun membuat warganet merasa terharu sekaligus kasihan.
Bahkan warganet ikut memberikan pendapat agar pemerintah bisa melihat kondisi rakyat seperti nenek tersebut.
Tak sedikit warganet yang ikut menyebut akun presiden agar melihat kondisi nenek itu.
"Sedih ya Allah, pemerintah tuh perhatikan wargamu seperti ini, mereka hanya butuh buat makan," balas warganet.
"Nah tolong pemerintah pak Jokowi tolong didenger rakyatnya, banyak yang tidak terjamah bantuannya," timpal warganet.
"Merekalah yang paling menderita selama pandemi ini," komentar warganet.
"Kasihan kapan PPKM ini berakhir kasihan yang jual-jualan," ujar warganet lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun