Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jam Operasional Pasar Ikan Kedonganan Dibatasi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Petugas gabungan dari Kepolisian, TNI dan Jagabaya, melakukan sosialisasi dan sidak Prokes di Pasar Ikan Kedonganan, Kecamatan, Kuta, Badung.
Hal tersebut dilakukan guna mengingatkan agar tetap menaati protokol kesehatan (Prokes). Terutama di masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali. Razia dilakukan oleh petugas gabungan itu untuk memastikan kondisi riil penerapan prokes di area pasar ikan Kedonganan.
Pada kesempatan tersebut, tim menelusuri seluruh lapak para pedagang ikan yang sedang berjualan. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan pedagang yang melanggar prokes, utamanya penggunaan masker serta jarak aman, itu disampaikan pengelola Pasar Ikan Kedonganan, I Wayan Tenja saat dikonfirmasi, Minggu (18/7) di Badung.
“Kalau soal prokes di pasar Ikan Kedonganan ini sudah diterapkan semaksimal mungkin. Kita selalu jalan dan mengimbau para pedagang untuk taati prokes. Makanya saat tim gabungan turun, semuanya sudah sesuai prokes,” jelasnya.
Selain itu menurut dirinya, di luar atau pintu masuk pasar, juga sudah disiapkan fasilitas tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta spanduk imbauan prokes. Pihaknya mengatakan, penerapan prokes ini memang menjadi yang utama.
"Kita tidak tolerir bagi mereka yang melanggar. Jadi, ada tim dari kita yang terus melakukan pengawasan dan menegur orang yang melanggar,” cetusnya.
Dalam menerapkan surat edaran dari Gubernur Bali, aktivitas di pasar ikan Kedonganan juga dibatasi. "Kalau sebelumnya aktivitas pasar ikan hingga larut malam, namun kali ini hanya dibatasi mulai pukul 07.00 WITA hingga pukul 20.00 WITA.
Selain pembatasan jam operasional, lapak pedagang juga dibatasi. Kalau sebelumnya bisa mencapai ratusan lapak, kini hanya tinggal 60 an lapak saja," katanya.
Sejak awal pandemi kata dia, memang pedagang sudah semakin berkurang. Selain karena pedagangnya pulang, namun juga memang untuk mengantisipasi kerumunan.
"Tak hanya di area pasar, namun juga dilakukan pengawasan ketat di luar pasar hingga ke area pantai. Yang sebelumnya biasanya ada pasar Belantik sampai tumpah ruah di pantai, guna menghindari kerumunan, pihaknya sudah memasang terpal putih di akses masuk pasar belantik itu agar tidak ada akses bagi yang tidak berkepentingan," pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan