Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Perbankan Didorong Terus Turunkan Bunga Kredit
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Perbankan terus didorong Bank Indonesia (BI) agar menurunkan suku bunga kredit bank yang secara grafik sudah melandai meski masih terbatas
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan di pasar kredit terus berlanjut, meski dengan besaran respon yang lebih terbatas.
Menurut perhitungannya, SBDK menurun sebesar 169 basis point (bps) sejak Mei 2020 menjadi 8,86 persen pada Mei 2021.
"Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK) menjadi pendorong utama penurunan SBDK, sementara peningkatan margin keuntungan masih berlanjut pada kelompok KCBA (Kantor Cabang Bank Asing) dan bank BUMN," ujar Perry dalam sesi teleconference, Kamis (22/7/2021) dikutip dari Liputan6.com.
Di sisi lain, ia melanjutkan, premi risiko perbankan menunjukkan penurunan. Perry menilai, itu mengindikasikan persepsi risiko perbankan terhadap dunia usaha yang cenderung membaik.
"Penurunan premi risiko tersebut mendorong penurunan suku bunga kredit baru di hampir semua kelompok bank, kecuali kelompok bank umum swasta nasional (BUSN)," jelasnya.
Berdasarkan jenis kredit, Perry mengatakan, penurunan suku bunga kredit baru paling dalam terjadi pada jenis kredit mikro, diikuti oleh jenis kredit investasi dan modal kerja.
"Bank Indonesia mengharapkan perbankan untuk terus melanjutkan penurunan suku bunga kredit sebagai bagian dari upaya bersama untuk mendorong kredit kepada dunia usaha," imbuh Perry.
Sebelumnya, penyaluran kredit perbankan cukup rendah karena salah satu faktor penghambatnya adalah suku bunga kredit yang tinggi.
"Alternatif pembiayaan di masa depan kan bukan perbankan saja, ada perusahaan pembiayaan seperti peer to peer lending," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, dalam diskusi media bertajuk Sinergi Memperkuat Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/3/2021).
Bahkan adanya layanan digital banking justru akan memangkas proses panjang penyaluran kredit. Sehingga biaya operasional jadi perbankan akan lebih ringkas dan bukan hal yang tidak mungkin industri perbankan justru berlomba menawarkan bunga yang rendah.
"Dengan perkembangan digitalisasi dan lain-lainnya, suku bunga tinggi enggak zaman lagi," kata dia.
Sebab lanjut Josua, pendapatan bank tidak akan bergantung lagi pada suku bunga kredit yang tinggi. Untuk mendapatkan tambahan modal dan pendapatan perbankan bisa mencari sumber pendapatan yang lain. Semisal melantai di bursa atau surat berharga komersial (SBK).
Terlebih tren kantor cabang ke depan akan berkurang seiring dengan digitalisasi. Sehingga akan memangkas biaya operasional yang angkanya tidak sedikit.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 279 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 145 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan