Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Wanita Tercengang Lihat Pemandangan di Dalam Taksi Online
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Selain ojek online (ojol), masyarakat kekinian banyak yang menggunakan jasa taksi online saat mau bepergian. Viral seorang wanita menjumpai pemandangan tak biasa saat pesan taksi online.
Wanita itu sampai menyebut apa yang dilihatnya sebagai momen langka. Ia menilai sopir taksi online yang mengantarkannya punya gaya berbeda dibandingkan driver lain.
Lewat akun gioliaars, warga TikTok tersebut membagikan kisahnya. Dalam video, ia memperlihatkan potret di dalam mobil.
Dia takjub, dengan desain mobil yang digunakan sopir taksol dan bagian dalamnya.
"Momen terlangka, mesen gocar drivernya pake mobil gede bet terano kalo gasalah," kata dia.
Sementara di dalam mobil, tampak hiasan mencuri perhatian diletakkan di atas dashboard. Hiasan itu adalah mainan robot gundam yang ditaksir harganya fantastis.
Tak hanya itu, kata Gioli, selama perjalanan, sopir taksol juga memutar lagu Jepang. Melihat apa yang disukai, sopir taksol diduga wibu alias penggemar kartun Jepang.
Gioli pun curiga kalau sopir taksi online orang kaya yang iseng bekerja, setelah melihat tunggangan dan pemandangan dalam mobil.
"Fix orang kaya iseng," ungkapnya.
Ia pun tak menceritakan lebih rinci, mengenai sosok sopir taksol tersebut.
Warganet yang menyimak cerita customer itu pun dibuat heran. Apalagi setelah mengetahui ciri-ciri mobil yang dipakai untuk taksi online.
"Gini amat ya gabutanya orang kaya," kata petir.
"Ketika wibu kaya disuruh nyari duit sendiri oleh papi dan maminya," sahut rae.
"Orang kaya yang cari cara buat manasin mobil hobi biar nggak disuruh putar balik," tulis radian_k.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun