Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Pemedek di Pura Puncak Kedaton Gunung Batukaru Alami Cedera
BERITABALI.COM, TABANAN.
Seorang pemedek mengalami cedera kaki saat hendak melakukan persembahyangan bersama di Pura Puncak Kedaton Gunung Batukaru, Selasa (17/8) sekitar pukul 23.00 WITA.
Sebelum kejadian, korban bersama Rombongan Pesemetonan Bayu Wisesa Segara Geni yang berjumlah 58 orang akan melakukan persembahyangan (tirtayatra).
Pada keterangannya, Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), A.A. Alit Supartana, S.Pd. bahwa laporan diterima dini hari tadi kurang lebih pukul 02.55 WITA dari BPBD dan Polsek Penebel.
Dalam laporannya ia meminta bantuan evakuasi karena kondisi korban yang tidak bisa berjalan. Diketahui identitasnya atas nama Made Yudi Armaja (52) beralamat di Batubulan, Kabupaten Gianyar.
"Setelah menerima laporan, kami langsung mengerahkan 8 personel dari Basarnas Bali yang berada di Jimbaran menuju Puncak Petali bergabung dengan unsur SAR lainnya," jelasnya.
Akhirnya pada pukul 05.55 WITA korban berhasil ditemukan selanjutnya dievakuasi menggunakan tandu menuju Posko Puncak Petali. Kira-kira 30 usai menuruni jalur pendakian Made Yudi Armaja tiba di Posko Puncak Petali dan diserahkan kepada keluarganya.
Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR diantaranya Basarnas Bali, Polsek Penebel, BPBD Tabanan, pemandu lokal serta pihak keluarga.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3375 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1103 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 506 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 478 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun