Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Perusahaan Managemen Villa Ini Utamakan SDM, Bisnis Kedua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Meski pariwisata mancanegara di Bali belum dibuka, okupansi tamu di sejumlah villa nampak terisi.
Seperti villa yang terletak di wilayah Tibuneneng, Talisman Canggu. Villa yang dikelola oleh Premier Hospitality Asia ini justru terus menuai penghuni di tengah maraknya penjualan aset properti hotel atau villa di Bali akibat terdampak pandemi.
Caroline Sandriani, President Director Premier Hospitality Asia mengatakan hal tersebut meski disyukuri karena perusahaan managemen properti villa yang dikelolanya dinilai berhasil menarik konsumen meski di situasi pandemi.
Selain lokasi yang strategis di kawasan sentralnya ekspatriat atau komunitas warga asing di Canggu, penerapan strategi menggaet konsumen BUMN dalam program Work from Bali (WFB) dinilai punya andil. Kedua target pangsa pasar baik itu tamu wisatawan mancanegara khususnya Eropa dan lokal yakni domestik memiliki jenis tingkat hunian kamar atau length of stay yang berbeda.
Turis lokal sifatnya ke harian, sedangkan turis Eropa betah berlama-lama hingga berbulan-bulan. Keduanya yang mengisi hingga tingkat okupansi di Juli 2021 lalu mencapai 98%.
"Kami menawarkan harga normal atau tidak menyesuaikan pandemi, namun tamu tetap mau menginap di villa kami," tutur Fanny Budi Iriani selaku General Manager Business Development and Client Relations Talisman Villa saat event gathering villanya, Jumat (20/8/2021) lalu.
Asst Director of Sales Dayu Werdiari menambahkan untuk harga rata-rata harian villa sebesar Rp3,5 juta dan paket sebulan Rp50 juta plus-plus. Sebagian besar untuk konsumen lokal ada yang menyewa per kamar, sedangkan untuk turis asing keseluruhan villa. Villa seluas 600 m2 yang terdiri atas 2 villa masing-masing berisi 3 kamar yang dikelolanya itu sejak rampung akhir tahun lalu.
Villa tersebut merupakan villa ke-14 yang dikelola oleh Premier Hospitality Asia yang rencananya masih akan menambah dafar villa hingga mencapai 20 unit yang ada di wilayah Badung dan Gianyar. Mereka menatap ke depan dengan optimis, sehingga akan mampu meyakinkan investor bahwa Bali masih layak sebagai sasaran investasi.
Kendati demikian, Caroline Sandriani berprinsip bahwa perusahaan harus mengedepankan sumber daya manusianya, yakni karyawan villa yang sebagian besar dari masyarakat lokal dan bisnis di tingkat kedua.
"Bisnis adalah nomor dua, tapi yang utama adalah kita punya kewajiban sebagai suatu bentuk usaha atau pengusaha untuk memastikan bahwa SDM kita tidak ada yang dirugikan," sebutnya.
"Kita harus bisa survive, dimana kita juga harus bisa sukses bersama. Kita sudah sukses mencapai bersama, sekarang zamannya kita survive bersama," imbuhnya.
Ia juga meyakini potensi turis lokal atau domestik masih sangat besar di Indonesia. Untuk itu, ia mengharapkan pemerintah agar memberikan insentif kepada turis domestik agar bisa berwisata khususnya ke Bali.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 887 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 752 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 568 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 534 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik