Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 1 Agustus 2026
"Punyah", Pengendara Motor Masuk Got di Cau Belayu Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Berkendara dengan kondisi punyah atau mabuk minuman alkohol, I Nyoman Lastra, 55 tahun beralamat di Banjar Anyar, Desa Sembung Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung mengalami kecelakaan hingga masuk got.
Beruntung, pria yang bekerja sebagai petani ini hanya mengalami luka lecet di wajahnya.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, pada Jumat, (3/9) sekitar Pukul 16.20 WITA, bertempat di jalan jurusan Cau Blayu menuju Desa Ayunan, Abiansemal Kabupaten Badung, tepatnya simpang Pura Dalem Desa Cau Belayu korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi DK 5218 GS warna hitam datang dari arah timur menuju barat.
Sampai pada tikungan depan Pura Dalem jalan yang seharusnya menikung ke arah Utara, karena korban dalam kondisi mabuk dan tidak bisa menguasai kendaraan, sehingga pengendara melaju lurus sehinnga jatuh ke selokan air.
“Di sekitar selokan sudah di beton, sehingga korban tidak jatuh ke air,” kata Kasubag Humas Polres Tabanan IptuI Nyoman Subagia, Jumat, (9/3).
Korban mengalami luka lecet, lebam pada bagian muka sebelah kanan. Dalam kondisi sadar dan dilarikan ke Puskesmas Mengwi oleh ambulan Desa Sembung.
“Selalu kami imbau pada masyarakat agar berhati-hati berkendara, jika memaksakan apalagi dalam kondisi mabuk alkohol bisa berakibat fatal,” ujar Iptu Subagia.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 202 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 137 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 135 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun