Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Taliban Hadang Pesawat Pengangkut Ratusan Pengungsi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Taliban memblokir lepas landas pesawat yang disewa untuk mengevakuasi ratusan orang yang berusaha melarikan diri dari Afghanistan. "Kami memiliki enam pesawat di Bandara Mazar Sharif, enam pesawat dengan warga Amerika saat saya berbicara, juga dengan penerjemah ini, dan Taliban menyandera mereka untuk tuntutan sekarang," kata Perwakilan Michael McCaul dari Texas mengatakan kepada pembawa acara Fox News Sunday, Chris Wallace.
"Negara telah membersihkan penerbangan ini dan Taliban tidak akan membiarkan mereka meninggalkan bandara," jelasnya dilansir dari Dailymail, Senin (6/9/2021).
Bandara yang dimaksud berjarak lebih dari 260 mil dari Bandara Internasional Hamid Karzai di ibu kota Kabul. Lokasi ini merupakan tempat penerbangan militer mengevakuasi ribuan orang Amerika dan sekutu dari negara itu di tengah pengambilalihan Taliban.
Senator Ted Cruz, yang bertugas di Komite Hubungan Luar Negeri, tampaknya lebih lanjut membuktikan klaim itu melalui cuitan di akun Twitternya, Minggu (5/9/2021).
"Joe Biden meninggalkan orang Amerika di Afghanistan. Anggota Kongres, termasuk saya dan kantor saya, telah bekerja sepanjang waktu untuk mengeluarkan mereka -- dan selama berhari-hari Departemen Luar Negeri Biden bahkan tidak bisa keluar dengan caranya sendiri," tulis senator Texas itu.
Pernyataan ini disanggah McCaul, Republikan teratas di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, mengatakan bahwa sejak penarikan total pasukan AS dari Afghanistan, tidak ada orang Amerika yang dievakuasi dari negara itu.
"Sejak kami meninggalkan negara itu pada hari Jumat, berapa banyak orang Amerika yang keluar dari Afghanistan?" tanya Wallace.
"Nol. Maaf, jawaban atas pertanyaan Anda adalah nol," balas McCaul.
Sementara itu, seorang pejabat Afghanistan di bandara di kota Mazar-e-Sharif Afghanistan utara mengatakan bahwa calon penumpang adalah orang Afghanistan, banyak dari mereka tidak memiliki paspor atau visa, dan dengan demikian tidak dapat meninggalkan negara itu.
McCaul mengatakan, kelompok di pesawat itu termasuk orang Amerika. Menurutnya, mereka duduk di pesawat, tetapi Taliban tidak membiarkan mereka lepas landas, secara efektif 'menahan mereka sebagai sandera.'
Anggota Kongres dari Partai Republik itu tidak mengatakan dari mana informasi itu berasal. McCaul mengatakan kepada 'Fox News Sunday' bahwa warga Amerika dan penerjemah Afghanistan ditahan di enam pesawat.
"Taliban tidak akan membiarkan mereka meninggalkan bandara. dikhawatirkan mereka akan menuntut lebih dan lebih, apakah itu uang tunai atau legitimasi sebagai pemerintah Afghanistan," katanya.
Pejabat Afghanistan, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas subjek, mengatakan itu adalah empat pesawat. Menurutnya, para penumpang menginap di hotel sementara pihak berwenang mencari tahu apakah mereka mungkin dapat meninggalkan negara itu.
Hal yang mengganjal, katanya, adalah banyak yang tidak memiliki surat perjalanan yang benar. Warga Mazar-e-Sharif juga mengatakan para penumpang tidak lagi berada di bandara. Setidaknya 10 keluarga terlihat di sebuah hotel lokal menunggu, kata mereka, untuk keputusan tentang nasib mereka.
Tak satu pun dari mereka memiliki paspor atau visa tetapi mengatakan mereka telah bekerja untuk perusahaan yang bersekutu dengan militer AS atau Jerman.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5878 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan