Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ayahnya Terdiagnosa Covid-19, Pria Cekik Leher Dokter
BERITABALI.COM, NTB.
Pria berinisial H (38 tahun) asal Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diamankan polisi Selasa (7/9). Pasalnya, H diduga melakukan pengancaman terhadap seorang dokter di Rumah Sakit Umum Asy-Syifa, KSB beberapa waktu lalu.
”Pelaku mengancam dengan cara mencekik leher korban yang merupakan seorang dokter,” ungkap Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasi Humas, Ipda Eddy Soebandi, Rabu(8/9).
Kejadian berawal saat ayah terduga pelaku menjalani pemeriksaan kesehatan di rumah sakit tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ayah terduga terdiagnosa Covid-19. Karena tidak terima, pria tersebut emosi lalu mencekik leher dokter.
”Terduga pelaku mengancam korban karena tidak terima jika ayahnya didiagnosa terpapar Covid-19,” terang Ipda Eddy.
Atas kejadian itu, korban merasa terancam dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumbawa Barat. Setelah menerima laporan, tim Puma Polres Sumbawa Barat yang dipimpin Katim Puma, Brigadir I Nengah Sumiartha langsung mencari terduga dan mengamankannya.
”Pelaku langsung diamankan di Mapolres Sumbawa Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Ipda Eddy Soebandi, Kasi Humas Polres KSB.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2500 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun