Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Ribuan Burung Emprit di Gianyar Berjatuhan, Banyak yang Mati
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Fenomena tidak biasa terjadi di Gianyar, dimana ribuan burung emprit (pipit) berjatuhan bahkan ada yang mati di lahan Setra Adat Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh terjun bebas, Kamis (9/9) pagi.
Rupanya penyebnya setelah ditelusuri adalah hujan lebat yang mengguyur sehingga membuat ribuan burung Emprit yang bertengger di Pohon Asam Setra Adat Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh terjun bebas.
Beberapa diantaranya berhasil terbang kembali, sebagian besar lagi mati. Diduga, burung jatuh akibat derasnya guyuran hujan. Sementara daun tempat mereka berteduh ukurannya kecil. Ribuan burung Emprit yang jatuh di areal kuburan ini diketahui oleh warga sekitar saat hujan reda.
Kepala Dusun Banjar Sema, I Wayan Ari Partama mengatakan peristiwa serupa pernah terjadi 6 bulan lalu. "Kejadiannya persis sama. Setelah hujan lebat, ribuan burung berjatuhan. Pohon Asam itu memang dijadikan markas, tempat hinggap," jelasnya.
Biasanya, burung Emprit hinggap usai mencari pakan di ladang petani. Menurutnya, fenomena ini terjadi karena burung hinggap di pohon Asam yang berdaun kecil. Sehingga tidak bisa melindungi burung dari hujan lebat.
"Ketika hujan air langsung mengenai bulu, sehingga menjadi basah kuyup. Hal tersebut membuat burung tidak bisa terbang hingga banyak yang jatuh, seperti hari ini," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7705 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5627 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan