Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Ribuan Burung Emprit di Gianyar Berjatuhan, Banyak yang Mati
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Fenomena tidak biasa terjadi di Gianyar, dimana ribuan burung emprit (pipit) berjatuhan bahkan ada yang mati di lahan Setra Adat Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh terjun bebas, Kamis (9/9) pagi.
Rupanya penyebnya setelah ditelusuri adalah hujan lebat yang mengguyur sehingga membuat ribuan burung Emprit yang bertengger di Pohon Asam Setra Adat Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh terjun bebas.
Beberapa diantaranya berhasil terbang kembali, sebagian besar lagi mati. Diduga, burung jatuh akibat derasnya guyuran hujan. Sementara daun tempat mereka berteduh ukurannya kecil. Ribuan burung Emprit yang jatuh di areal kuburan ini diketahui oleh warga sekitar saat hujan reda.
Kepala Dusun Banjar Sema, I Wayan Ari Partama mengatakan peristiwa serupa pernah terjadi 6 bulan lalu. "Kejadiannya persis sama. Setelah hujan lebat, ribuan burung berjatuhan. Pohon Asam itu memang dijadikan markas, tempat hinggap," jelasnya.
Biasanya, burung Emprit hinggap usai mencari pakan di ladang petani. Menurutnya, fenomena ini terjadi karena burung hinggap di pohon Asam yang berdaun kecil. Sehingga tidak bisa melindungi burung dari hujan lebat.
"Ketika hujan air langsung mengenai bulu, sehingga menjadi basah kuyup. Hal tersebut membuat burung tidak bisa terbang hingga banyak yang jatuh, seperti hari ini," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 579 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 448 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 438 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan