Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ini Cara Praktis Atasi Stres

Kamis, 23 September 2021, 08:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Ini Cara Praktis Atasi Stres

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Stres menjadi salah satu penyakit psikis yang umum dialami banyak orang. Namun, dokter spesialis kedokteran jiwa Universitas Airlangga Surabaya dr. Nur Azizah AS., Sp.KJ mengungkap bahwa stres negatif atau distres sesungguhnya dapat diatasi dengan cara praktis.

"Atur napas dengan cara ambil napas panjang dari hidung, keluarkan pelan-pelan lewat mulut, diulang berkali-kali sambil yakinkan otak kita semua baik-baik saja. Itu cara praktis mengatasi distres, dengan cara relaksasi. Ambil posisi paling nyaman kemudian silahkan rileks," ujarnya dalam acara Brain Awareness Week Indonesia 2021, Rabu (22/9/2021).

Azizah yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) itu mengatakan teknik ini juga akan membantu meredakan ketegangan otot, membuat napas serta detak jantung menjadi lebih teratur, sehingga kondisi penderita bisa lebih baik.

Pengaturan pola napas juga bermanfaat bagi seseorang dengan insomnia atau sulit tidur. Cara lainnya, penderita juga sebaiknya menghindari tidur siang, karena jumlah tidur seperti yang disarankan para pakar kesehatan diatur dalam satu hari, dan bukan hanya malam hari. Umumnya orang dewasa membutuhkan sekitar 7 jam tidur dalam 24 jam.

Tidur sendiri merupakan sebuah usaha, tindakan dan perilaku yang membutuhkan persiapan sama halnya seperti bepergian ke suatu tempat. Azizah menyarankan penderita insomnia melakukan sejumlah hal sebelum tidur seperti membersihkan diri, menjauhkan benda yang mengganggu tidur, misal ponsel, dan berdoalah.

"Siapkan lingkungan seperti tempat tidur, lampunya, kamar tidur untuk tidur bukan untuk yang lain," katanya.

Di sisi lain, insomnia terkadang merupakan gangguan tidur primer tanpa ada gangguan fisik atau psikologis. Tetapi, apabila insomnia yang dirasakan akibat stres, dan kemudian disertai terganggunya aktivitas sehari-hari lainnya, maka Azizah menyarankan agar penderita berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

"Dilihat dulu apa pure isomnia atau bagian gejala dari diagnosis tertentu. Kalau misalnya dia insomnia karena depresi maka pengobatannya pada depresi, kecemasannnya," pungkasnya.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami