Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Wakil Bupati Buleleng Ajak ODHA Tidak Putus Menyama Braya
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra selaku Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) mengajak Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk tidak putus menyama braya (bersosialisasi dalam masyarakat Bali).
Ajakan tersebut disampaikannya saat ditemui usai menyerahkan bantuan sembako kepada ODHA di Puskesmas Buleleng III , Jumat (1/10).
Sutjidra mengajak seluruh ODHA agar menjalankan kehidupan sehari-hari seperti biasa. Jangan sampai para ODHA putus dalam menyama braya yang biasa dilakukan masyarakat Bali. Apalagi sampai putus hubungan dengan keluarga. Stigma-stigma tersebut yang harus dihilangkan. Penghilangan stigma tersebut dapat mengembalikan semangat ODHA untuk hidup bermasyarakat seperti biasa.
“Namun, ODHA harus tetap konsumsi obat karena jika putus virus akan berkembang dan menyerang tubuh para ODHA,” kata dia.
Selain mengajak ODHA untuk tidak putus menyama braya, Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini mengingatkan ODHA yang hamil untuk melakukan persalinan nantinya harus melalui prosedur Sectio Caesaria (SC) atau operasi sesar.
Ini diperlukan untuk mencegah penularan kepada anak yang dilahirkan. Jika persalinan dilakukan secara normal, kemungkinan besar anak yang dilahirkan juga mengidap HIV/AIDS. Seperti ODHA yang menerima bantuan di Puskesmas Buleleng III, anak yang dilahirkan negatif HIV/AIDS.
“Jadi, wajib ke rumah sakit untuk melakukan persalinan. Tidak bisa melahirkan normal jika ingin anak yang dilahirkan tidak terpapar HIV/AIDS,” ucap Sutjidra.
Sutjidra menjelaskan untuk ODHA yang hamil, tidak ada terapi khusus agar anaknya tidak terpapar. Kehamilannya juga diawasi seperti kehamilan-kehamilan lainnya. Hanya saja, Sutjidra menegaskan kembali bahwa proses persalinannya harus melalui prosedur SC. Jika sudah lahir, ibu dari anak tersebut tidak diperkenankan menyusui.
“Karena dari cairan tersebut bisa menularkan kepada anaknya. Kemudian, pemakaian jarum suntik juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Pemberian bantuan sembako kepada para ODHA di masa pandemi ini merupakan kegiatan KPAD Buleleng untuk meringankan beban ODHA. Sebanyak 37 paket sembako diserahkan secara simbolis kepada 10 orang ODHA di wilayah kerja Puskesmas Buleleng III.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2030 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1892 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1564 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1387 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan