Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Wakil Bupati Buleleng Ajak ODHA Tidak Putus Menyama Braya
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra selaku Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) mengajak Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk tidak putus menyama braya (bersosialisasi dalam masyarakat Bali).
Ajakan tersebut disampaikannya saat ditemui usai menyerahkan bantuan sembako kepada ODHA di Puskesmas Buleleng III , Jumat (1/10).
Sutjidra mengajak seluruh ODHA agar menjalankan kehidupan sehari-hari seperti biasa. Jangan sampai para ODHA putus dalam menyama braya yang biasa dilakukan masyarakat Bali. Apalagi sampai putus hubungan dengan keluarga. Stigma-stigma tersebut yang harus dihilangkan. Penghilangan stigma tersebut dapat mengembalikan semangat ODHA untuk hidup bermasyarakat seperti biasa.
“Namun, ODHA harus tetap konsumsi obat karena jika putus virus akan berkembang dan menyerang tubuh para ODHA,” kata dia.
Selain mengajak ODHA untuk tidak putus menyama braya, Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini mengingatkan ODHA yang hamil untuk melakukan persalinan nantinya harus melalui prosedur Sectio Caesaria (SC) atau operasi sesar.
Ini diperlukan untuk mencegah penularan kepada anak yang dilahirkan. Jika persalinan dilakukan secara normal, kemungkinan besar anak yang dilahirkan juga mengidap HIV/AIDS. Seperti ODHA yang menerima bantuan di Puskesmas Buleleng III, anak yang dilahirkan negatif HIV/AIDS.
“Jadi, wajib ke rumah sakit untuk melakukan persalinan. Tidak bisa melahirkan normal jika ingin anak yang dilahirkan tidak terpapar HIV/AIDS,” ucap Sutjidra.
Sutjidra menjelaskan untuk ODHA yang hamil, tidak ada terapi khusus agar anaknya tidak terpapar. Kehamilannya juga diawasi seperti kehamilan-kehamilan lainnya. Hanya saja, Sutjidra menegaskan kembali bahwa proses persalinannya harus melalui prosedur SC. Jika sudah lahir, ibu dari anak tersebut tidak diperkenankan menyusui.
“Karena dari cairan tersebut bisa menularkan kepada anaknya. Kemudian, pemakaian jarum suntik juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Pemberian bantuan sembako kepada para ODHA di masa pandemi ini merupakan kegiatan KPAD Buleleng untuk meringankan beban ODHA. Sebanyak 37 paket sembako diserahkan secara simbolis kepada 10 orang ODHA di wilayah kerja Puskesmas Buleleng III.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3651 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1318 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1219 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun