Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Bom Mobil Meledak, Tewaskan Kepala Polisi Yang Bertugas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah bom mobil meledak di kota Asadabad, Afghanistan dan menghancurkan kendaraan yang membawa kepala polisi Taliban yang bertugas di Afghanistan Timur.
Menyadur Daily Sabah kamis (14/10/2021), ledakan itu terjadi pada Kamis dan melukai 11 lainnya, kata para pejabat.
Menurut seorang pejabat, ledakan yang terjadi di Asadabad, ibu kota provinsi Kunar itu menargetkan kepala polisi Taliban untuk distrik Shigal.
"Kepala polisi telah meninggal dan 11 orang terluka," katanya kepada Agence France-Presse (AFP), yang berbicara tanpa menyebut nama.
Seorang dokter di rumah sakit pusat Kunar mengonfirmasi pada AFP bahwa pihaknya menerima 11 orang yang terluka, termasuk empat anggota Taliban dan tujuh warga sipil.
Belum ada yang bertanggung jawab atas serangan itu tetapi kelompok Daesh-Khorasan Province (Daesh-K atau ISIS-K) yang aktif di Afghanistan timur pernah mengeklaim serangan serupa sebelumnya.
Taliban telah berperang dengan Daesh-K sejak kemunculannya di Afghanistan pada tahun 2014.
Daesh-K sebelumnya mengeklaim bertanggung jawab atas beberapa serangan terbaru, termasuk bom bunuh diri di antara jamaah pekan lalu di sebuah masjid Syiah di provinsi Kunduz yang menewaskan sekitar 100 orang.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3674 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1345 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Mobil Keluar Parkir Tabrak Motor di Seririt, Penumpang Tewas
Dibaca: 905 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun