Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Alasan Kuat Sukmawati Pindah ke Agama Hindu

Sabtu, 23 Oktober 2021, 21:55 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Suara.com/Alasan Sukmawati Pindah ke Agama Hindu.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri akan pindah agama ke Hindu dan akan tinggalkan agama Islam.

Ternyata, alasan kuat Sukmawati Soekarnoputri pindah agama ke Hindu lantaran ingin mengembalikan ke agama leluhur.

Alasan itu diambil Sukmawati Soekarnoputri, lantaran sang nenek Ida Ayu Nyoman Rai Srimben asal Singaraja yang beragama Hindu.

Kepala Sukarno Center di Bali Arya mengatakan perpindahan Sukmawati ke Agama Hindu sudah melalui proses yang panjang. Pihaknya juga menyampaikan pindahnya Sukmawati Soekarnoputri ke agama Hindu sudah melalui proses persetujuan dengan keluarga.

“Baik itu, keluarga putra-putri beliau yang utama dan juga saudara-saudara beliau. Ibu Megawati, Ibu Rachmawati almarhum, Bapak Guntur. Semuanya berproses jadi tinggal acara saja seperti itu,” ujarnya.

Pelaksanaan ritual tersebut pun akan digelar pada hari Selasa, 26 Oktober 2021 mendatang di Kawasan Sukarno Center Heritage di Bale Agung Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Lokasi tersebut merupakan Rumah asal ibunda Soekarno, Nyoman Rai Srimben.

“Beliau (Sukmawati) memutuskan tepat di usia beliau yang ke-70 tanggal 26 Oktober besok. Ke agama eyangnya, Ibunda Bung Karno Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. Beliau memutuskan untuk kembali ke Hindu Dharma,” kata kepala Sukarno Center, Arya Wedakarna dikutip dari Suara.com, Sabtu (23/10/2021).

Selain itu, Arya menuturkan bahwa selama ini Sukmawati suka berdiskusi dengan para pendeta, biksu dan pemangku serta suka membaca kitab suci Hindu.

“Kalau saya sebagai saksi perjuangan beliau. Melihat beliau itu sepertinya kok selama ini suka dengan Hindu dengan Bali. Selalu minta datang ke Pura-pura, udah puluhan tahun ini dan suka membaca kitab suci Hindu. Suka berdiskusi dengan para biksu para pendeta-pendeta, pemangku kami,” ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami