Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 1 Agustus 2026
Pariwisata Sepi, Banyak Anggota Organda Bali Jual Kendaraan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sejak Pandemi berlangsung hampir 2 tahun telah memberi dampak ke ratusan pengusaha transportasi yang tergabung di Organda Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bali.
Sebagian besar kendaraan anggota asosiasi banyak yang dijual. Hal tersebut dilakukan lantaran para anggota sudah tidak mampu lagi membayar kredit kendaraan karena jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali minim. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Organda Bali, Nyoman Arthaya Sena belum lama ini di Badung.
"Tentu sangat memukul 300 perusahaan baik berupa PT maupun Koperasi. Dapat dikatakan telah hancur usahanya selama Pandemi," jelasnya.
Jika dipersentasekan hampir 70% kendaraan telah dijual dikarenakan, para anggota tidak mampu lagi membayar kredit kendaraan.
"Sebagian besar para anggota memang telah mengembalikan ke lembaga keuangan. Ya, cukup banyak perusahaan frustasi atau telah matisuri dalam keadaan tersebut," ujarnya.
Jika dilihat total kerugian dialami anggota kurang lebih mencapai triliunan. Dengan dibukanya pariwisata di Bali tentu memberi angin segar bagi pelaku usaha baru.
"Tentu ini akan mampu memberi semangat ke pelaku usaha lama dikarenakan para anggota lama dapat bernostalgia kembali di saat-saat kondisi ramai kunjungan ke Bali," pungkas Arthaya Sena.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 152 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 83 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 80 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun