Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Warga Kaget Malah Dapat Benda Mematikan Saat Nyari Ikan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga Kampung Cikadu, RT 01/14, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihebohkan dengan temuan benda yang menyerupai mortir.
Benda yang diduga mortir itu ditemukan warga bernama Dani (59) saluran air yang menuju Situ Ciburuy pada Kamis (11/11/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu Dani hendak menjala ikan.
"Saya mau menjala ikan, saya raba kok bendanya keras," kata Dani di lokasi.
Dani pun mengangkat jalan tersebut. Ia pun kaget melihat benda berwarna kuning itu bentuknya menyerupai mortir. "Ya saya kira bom, soalnya ujungnya tajam. Warnanya kuning," ucap Dani.
Benda menyerupai mortir itu kemudian disimpannya di atas rumput dekat lokasi penemuan. "Terus anak saya cerita ke tetangga, dan bendanya dibawa sama tetangga ke saung rongsokan," katanya.
Kemudian Dani bersama rekannya inisiatif menghubungi pihak RT, RW dan pihak desa setempat, yang langsung menghubungi pihak kepolisian terdekat.
Untuk sementara, benda yang menyerupai geranat itu diamankan dengan cara diikat dengan diapit sebuah kayu. Garis polisi pun dipasang di saung rongsokan tempat benda tersebut tersimpan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun