Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Terjadi Ledakan di Tambang Batubara, 52 Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sedikitnya 52 orang tewas akibat kecelakaan di sebuah tambang batubara Siberia pada Kamis (25/11/2021) pagi waktu setempat.
Diantara korban tewas tersebut ada enam pekerja penyelamat di tambang Listvyazhskaya yang terletak di wilayah Kuzbass, Siberia.
Lebih dari 260 penambang telah diselamatkan setelah terjadi ledakan, dan sedikitnya 40 dari mereka harus dilarikan di rumah sakit.
Sekitar 11 penambang dipastikan tewas tak lama setelah kecelakaan itu terjadi, sementara 35 dinyatakan hilang. Tiga dari enam pekerja juga tewas saat menyelamatkan para penambang.
Pada Kamis (25/11/2021), kantor berita RIA Novosti melaporkan bahwa semua orang yang hilang diduga tewas. Namun, dugaan tersebut belum secara resmi dikonfirmasi oleh pihak berwenang.
Kecelakaan maut itu terjadi ketika dinihari. Tambang itu dipenuhi asap tebal setelah adanya laporan ledakan di salah satu lubang ventilasinya.
"Kemungkinan besar, itu adalah ledakan metana, dipicu oleh percikan di suatu tempat, yang menyebabkan ledakan dan gelombang kejut. Itu melukai orang-orang yang tidak bisa keluar," kata wakil jaksa agung Rusia, Dmitri Demeshin.
Komite investigasi Rusia telah meluncurkan penyelidikan kriminal atas kecelakaan itu. Direktur tambang, wakil pertama, dan juga manajer telah ditahan.
Presiden Vladimir Putin menyatakan belasungkawa kepada keluarga para penambang yang tewas, dan menyebutnya sebagai tragedi besar.
"Saya telah berbicara dengan Gubernur Wilayah Kemerovo [Sergei Tsivilev] dan kepala layanan penyelamatan,” katanya dalam pertemuan dengan timpalan Serbia Aleksandar Vucic.
"Mereka melakukan segalanya dengan kekuatan mereka tetapi, sayangnya, situasinya tidak membaik, dan mereka sekarang mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Keputusan yang diperlukan sedang diambil. Kami berharap sebanyak mungkin nyawa terselamatkan," tambahnya.
Wilayah penghasil batu bara Kemerovo, kira-kira 3.500 km timur Moskow, telah mengalami kecelakaan pertambangan fatal selama bertahun-tahun.
Tambang Listvyazhnaya adalah bagian dari SDS-Holding, yang dimiliki oleh perusahaan swasta Siberian Business Union. Tidak ada komentar langsung dari pemilik.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan