Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 24 Juli 2026
45 Siswa Positif Covid-19, Semuanya Sudah Divaksin
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dalam dua hari terakhir jumlah kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Gunungkidul yang melesat. Dalam dua hari terakhir kasus Covid-19 di wilayah ini bertambah 21 orang. Ada satu guru yang terpapwr dan sisanya semuanya adalah para siswa di mana paling banyak ada di SLB N 1 Gunungkidul.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty mengakui, dua hari terakhir ada lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya. Hari Sabtu (27/ 11/ 2021) Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat adanya kasus Baru Covid-19 sebanyak 20 orang.
Pada hari ini, Minggu (28/11/2021), mereka mencatat ada tambahan 1 kasus Covid-19 yang baru," ungkap Dewi, Minggu (28/11/2021).
Secara keseluruhan di wilayah kabupaten Gunungkidul saat ini ada kasus aktif konflik 46 orang. Mereka semua masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) di mana kini dalam keadaan sehat dan menjalani isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing.
Dewi menambahkan warga Gunungkidul yang terpapar Covid-19 dalam tiga hari terakhir semuanya adalah para pelajar dan hanya 1 non pelajar namun masih dari lingkungan sekolah. Mereka semua yang terpapar sudah menjalani vaksinasi.
"Kasus siswa positif Covid-19 ini didapat dari tracing acak," ujar dia, Minggu (28/11/2021).
Dewi menyebut 8 orang pelajar sekolah luar biasa (SLB) N 1 Gunungkidul dan 1 orang guru SLB positif Covid-19. San Sisanya adalah siswa setingkat SMA yaitu SMK di berbagai Kapanewon.
Dewi menandaskan, semua siswa yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut sebenarnya sudah menjalani vaksinasi yang mereka selenggarakan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sudah divaksin namun tidak lantas kebal terhadap penularan Covid-19.
"Sudah vaksin bukan berarti kebal," ujar dia.
Oleh karenanya pihaknya tetap meminta kepada semua pihak agar mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Karena protokol kesehatan menjadi satu-satunya cara yang ampuh untuk mencegah penularan Covid-19.
Delapan siswa dan satu orang guru di SLBN 1 Gunungkidul terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka saat ini masih menjalani isolasi mandiri dan masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).
Kepala Bidang Sekolah Luar Biasa, Disdikpora Daerah Istimewa Yogyakarta Suryanto menjelaskan, awal dari diketahuinya siswa dan guru tersebut positif bermula saat adanya skrining Tes PCR dari Dinas Kesehatan Gunungkidul pada Senin dan Selasa pekan ini.
"Dari 129 siswa yang menjalani swab massal ada tujuh yang positif kemudian dari 52 guru dan karyawan ada satu yang positif," kata dia.
Pihaknya juga belum mengetahui asal virus ini dari mana karena dari delapan yang positif bukan satu kelas, tidak pernah interaksi dan berasal dari daerah berbeda misal untuk siswa ada yang dari Gedangsari, Wonosari, Patuk kemudian gurunya dari Banguntapan, Bantul.
Suryanto menambahkan, sebenarnya di lingkungan SLB sudah secara ketat diterapkan protokol kesehatan. Misalnya saja, siswa diwajibkan mencuci tangan, menggunakan masker dan diukur suhunya sebelum masuk kelas.
"Kerumunan juga tidak ada sama sekali," imbuh Suryanto.
Mulai dari siswa datang hingga pulang. Bahkan ia menyebut, dalam satu kelas hanya ada satu hingga dua siswa saja. Jika di SLB ini memang berbeda pendampingannya dengan sekolah umum, satu kelas hanya satu dua siswa saja.
Atas peristiwa ini, pihak sekolah saat ini tengah menyeterilkan lingkungan sekolah. Sementara pembelajaran sendiri dilakukan secara daring hingga 6 Desember mendatang. Kemudian akan kembali dilakukan skrining pada Senin dan Selasa pekan depan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3806 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1473 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1461 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1409 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1310 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun