Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
DPRD Karangasem Soroti Ancaman Longsor di SMPN 3 Bebandem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Komisi IV DPRD Kabupaten Karangasem meninjau langsung kondisi SMP Negeri 3 Bebandem, Kamis (23/7/2026), menyusul ancaman longsor akibat tebing di sisi sekolah yang terus tergerus aliran sungai saat musim hujan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah sekaligus menjamin kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung dengan aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira, mengatakan pihaknya ingin memastikan kondisi sekolah masih layak digunakan. Berdasarkan hasil peninjauan dan penjelasan dari pihak sekolah, dua bangunan di sisi timur sudah tidak lagi difungsikan karena tanah di bawahnya mengalami retakan.
"Kami ingin memastikan apakah sekolah masih aman untuk kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan penjelasan pihak sekolah, proses pembelajaran masih dapat berjalan karena dua bangunan yang terdampak sudah tidak digunakan," ujarnya.
Menurut Sudira, kondisi tersebut harus segera mendapatkan penanganan agar tidak membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Ia menegaskan pemerintah perlu segera menentukan langkah penanganan, baik melalui penguatan tebing maupun solusi lain apabila hasil kajian menunjukkan lokasi sekolah sudah tidak lagi aman untuk aktivitas belajar.
"Jangan sampai menunggu terjadi korban baru dilakukan penanganan. Ini harus menjadi perhatian serius," tegasnya.
Terkait kajian teknis yang pernah dilakukan sebelumnya, Sudira mengaku belum terlibat dalam proses tersebut. Karena itu, ia belum dapat memberikan pernyataan mengenai hasil maupun tindak lanjut dari kajian yang telah dilakukan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Bebandem, I Made Wijana, memastikan kegiatan belajar mengajar hingga saat ini masih berlangsung normal. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah menerima 106 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar.
Ia menjelaskan dua bangunan yang berada di area terdampak retakan sudah lama tidak digunakan sebagai ruang kelas dan kini hanya dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan barang yang sudah tidak terpakai.
"Kami tentu memiliki kekhawatiran, terutama saat musim hujan. Tebing yang terkikis memiliki kedalaman sekitar 30 hingga 40 meter dengan lebar lahan sekolah yang sudah terkikis kemungkinan mencapai 10 meteran," ungkapnya.
Pihak sekolah berharap pemerintah segera merealisasikan penanganan terhadap kondisi tebing yang rawan longsor agar aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian keselamatan bagi seluruh warga sekolah, terutama saat musim hujan dengan potensi longsor yang semakin tinggi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3802 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1471 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1461 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1409 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1310 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun