Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Ajang Motocross Dunia akan Digelar di NTB
BERITABALI.COM, NTB.
Motor Cross Grand Prix atau lebih populer dengan MXGP akan digelar di Nusa Tenggara Barat.
Ajang balap motor cross dunia itu dikabarkan akan digelar 26 Juni 2022. Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengumumkan MXGP akan digelar di NTB tahun mendatang.
"Bukan hanya MotoGP dan WSBK, MXGP Insya Allah 26 June akan dilaksanakan juga di NTB,” katanya dikutip dari akun media sosial miliknya, Sabtu (27/11).
Zulkieflimansyah mengatakan telah bertemu dengan Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) membahas digelarnya MXGP.
Malam ini dengan Mas Heppy Wakil Ketua Umum IMI Pusat sepakat untuk mengadakan MXGP di NTB tanggal 26 June 2022. Kebetulan 22 June itu jatah Indonesia,” ujarnya.
Mengenai lokasi sirkuit, Zulkiflimansyah mengatakan masih dalam pembahasan. Ada tiga alternatif yang menjadi tempat pelaksanaan MXGP di NTB. Masing-masing adalah Lombok, Tambora dan Moyo di Pulau Sumbawa.
“Lombok, Tambora dan Moyo alternatif tempatnya,” katanya.
Dia mengatakan, logistik yang digunakan untuk MXGP lebih besar dibandingkan WSBK, sehingga dibutuhkan persiapan.
“MXGP ini kejuaraan motocross kelas dunia. Event MXGP ini logistiknya lebih besar dari WSBK,” katanya.
Memang sebelumnya Angkasa Pura I mengembangkan Sirkuit Motor Cross Internasional di Lombok. Itu untuk mendukung event balapan. Sisi lain, ITDC juga berencana membangun sirkuit motor cross tidak jauh dari Sirkuit Mandalika namun masuk dalam kawasan ITDC.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3343 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 814 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan