Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Usaha Kuliner Angkringan Perpaduan Gaya Jogja dan Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Lingkungan Kebon Banjar Bale Baler Agung Erik Darmawan kini menggeluti usaha kuliner angkringan dengan beragam menu varian yakni nasi bakar ala Jogja dan khas Bali antara lain nasi bakar be lindung (ikan belut), udang, pindang dan ayam.
Ia memutuskan untuk membuka usaha ini sejak awal Pandemi Covid-19 dengan nama "Angkringan Ngemper Pan Endul" akibat pemutusan hubungan kerja di perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata.
Dengan jam buka mulai dari jam 17.00 sampai pukul 23.00 WITA, ia menyajikan menu khas kuliner yang paling digemari di kalangan anak muda Jembrana disertai nama yang unik. Diantaranya seperti mie kutuk (mie telur), mie gatol dan taluh mice (Telur ayam kampung yang dicampur merica).
"Para pelanggan di kalangan anak muda justru mengetahui kuliner ini dari saudaranya bahkan tetangganya yang sempat menikmati kuliner murah meriah dari harga seribu hingga seharga 18 ribu rupiah yang cocok kantong anak muda," ungkapnya.
Meski banyak usaha sejenis yang bertaburan, ia mengaku tak mempengaruhi usahanya bahkan ia berani bersaing karena rasa dan selera serta mutu kualitas murah dan intinya cukup di kantong para pembeli.
"Buka malam tetap dilakukan karena tempat nongkrongnya asik di Jalan Gatot Subroto Banjar Tengah depan bekas Wijaya teater. Bahkan tak awam bagi muda mudi dan kalangan dewasa selalu makan kuliner," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2464 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun