Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Usaha Kuliner Angkringan Perpaduan Gaya Jogja dan Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Lingkungan Kebon Banjar Bale Baler Agung Erik Darmawan kini menggeluti usaha kuliner angkringan dengan beragam menu varian yakni nasi bakar ala Jogja dan khas Bali antara lain nasi bakar be lindung (ikan belut), udang, pindang dan ayam.
Ia memutuskan untuk membuka usaha ini sejak awal Pandemi Covid-19 dengan nama "Angkringan Ngemper Pan Endul" akibat pemutusan hubungan kerja di perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata.
Dengan jam buka mulai dari jam 17.00 sampai pukul 23.00 WITA, ia menyajikan menu khas kuliner yang paling digemari di kalangan anak muda Jembrana disertai nama yang unik. Diantaranya seperti mie kutuk (mie telur), mie gatol dan taluh mice (Telur ayam kampung yang dicampur merica).
"Para pelanggan di kalangan anak muda justru mengetahui kuliner ini dari saudaranya bahkan tetangganya yang sempat menikmati kuliner murah meriah dari harga seribu hingga seharga 18 ribu rupiah yang cocok kantong anak muda," ungkapnya.
Meski banyak usaha sejenis yang bertaburan, ia mengaku tak mempengaruhi usahanya bahkan ia berani bersaing karena rasa dan selera serta mutu kualitas murah dan intinya cukup di kantong para pembeli.
"Buka malam tetap dilakukan karena tempat nongkrongnya asik di Jalan Gatot Subroto Banjar Tengah depan bekas Wijaya teater. Bahkan tak awam bagi muda mudi dan kalangan dewasa selalu makan kuliner," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan