Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Petinju Cilik dari Jembrana Ini Bertekad Menjadi Profesional
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Petinju cilik Reihan Khalid Syahbani, 10 tahun, dari Dusun Munduk Desa Pengambengan Kecamatan Negara, Jembrana mulai masuk sasana tinju ketika usia 9 tahun di Ijo Gading Boxing Camp.
Selain menggeluti tinju, ia juga ikut pencak silat. Walau masih masuk dalam tahap eksebisi, tapi langkahnya jadi petinju profesional adalah impiannya.
Reihan Khalid Syahbani bercerita, hobi yang digeluti sama sekali tidak ada yang mengikuti jejak ayah atau ibunya bahkan kakaknya. Cholid sang ayah yang menekuni usaha potong rambut, malah mendukung keinginan anak dan lebih positif dimasukan ke sasana tinju dan kamp silat dekat dengan rumah.
"Latihan setiap sore pada Senin, Rabu, dan Jumat di pasar ijo Gading lantai 3 dengan pelatih yang memang sudah punya nama. Sejak dini ingin menjadi petinju profesional akan tetapi tentu ini butuh perjuangan dan dukungan dari segala lini yang kini ada di Kabupaten Jembrana," ujarnya.
Umiyati sang ibu kesehariannya hanya menjual jamu dan warung jajanan mengatakan, sungguh tak menyangka anaknya terjun ke dunia tinju. Awalnya keluarga tak mendukung, tetapi ketika tampil di ring dan saat latihan justru mereka menilai hobinya perlu dibina dan dikembangkan agar bernilai positif.
"Ikut eksebisi sudah 2 kali, yang pertama di Banyuwangi melawan petinju Denpasar saat itu kalah angka. Dan waktu itu baru pertama kali naik ring. Dan saat pertarungan eksebisi yang kedua melawan Karangasem dengan skor draw," ungkapnya.
Cholid sang ayah menjelaskan, sebenarnya para petinju-petinju cilik seperti saat ini terutama di Jembrana masih minim peminatnya. Untuk melatih stamina dan kekuatan tubuh, Reihan diwajibkan lari pagi 2 hari sekali dengan jarak tempuh 4 km.
Reihan yang saat ini duduk di bangku Kelas 5 di SDN 1 Pengambengan mengungkapkan walau belum mendapat ranking di kelas, namun prestasi di dunia olahraga memerlukan dukungan dan bimbingan lebih baik. Tujuannya agar mampu melahirkan atlet-atlet tinju yang bisa mencapai ke tingkat profesional.
"Tekun dan bersikukuh ingin menjadi petinju profesional bahkan ingin melanglang buana sampai ke luar negeri. Selain latihan di sasana di rumah juga disiapkan samsak dan sarung tinju. Ia bahkan dapat hadiah dari pamannya berupa sepatu tinju. Idola favorit petinjunya ialah Gervonta Davis yakni petinju asal Amerika yang meniti karir sangat gemilang di dunia tinju," tutupnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 546 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 397 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan