Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Gereja di Jembrana Disterilisasi Tim Brimob Jelang Natal
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Untuk menjaga situasi tetap aman kondusif jelang perayaan Natal bagi umat Kristiani, jajaran personel Polres Jembrana bersama Tim Gegana Brimob Polda Bali Batalyon C Pelopor Gilimanuk melaksanakan sterilisasi di Gereja-Gereja di Jembrana Kamis (24/12/2021).
Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengungkapkan bahwa kegiatan sterilisasi di area Gereja-Gereja ini sangat penting dilakukan sebelum umat Kristiani melaksanakan kebaktian guna memastikan lebih awal situasi di area Gereja itu sudah steril dan aman.
Saat pelaksanaannya di lapangan, Wadanyon C Pelopor Brimob Gilimanuk AKP Suparta Weda mengatakan pihaknya mengerahkan personel dengan maksimal dan disebar di masing-masing Gereja yang ada di wilayah hukum Polres Jembrana untuk melaksanakan sterilisasi.
Saat dikonfirmasi, AKP Suparta Weda mengklaim bahwa selama kegiatan sterilisasi di setiap Gereja di wilkum Polres Jembrana dari wilayah Pekutatan sampai dengan wilayah Gilimanuk tidak ditemukan hal/barang yang mencurigakan yang dapat digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi teror menjelang perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2022.
"Setiap waktu kami akan mobiling melaksanakan patroli guna memantau situasi, disamping sudah ada anggota yang diploting untuk melaksanakan pam di lokasi Gereja," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3651 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1318 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1219 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun