Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Prostitusi di Kota Wali, Tarifnya Dipatok Rp25 Ribu Per Kencan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kabupaten Demak terkenal dengan sebutan Kota Wali. Namun, ternyata daerah tersebut tak luput dari praktik prostitusi. Salah satu lokalisasi paling terkenal di Demak adalah Pasar Ganefo di dekat Stasiun Brumbung Mranggen, Kabupaten Demak.
Praktik Prostitusi Pasar Ganefo Demak sudah terjadi sejak lama. Dari berbagai hasil penelitian kawasan prostitusi Ganefo ini tidak lepas dari peran mantan Presiden Soekarno.
Ganefo yang merupakan kependekan dari Games of the New Emerging Forces ini adalah ajang olahraga yang dibuat oleh Presiden Soekarno pada 1962 silam sebagai acara tandingan ajang Olimpiade, karena saat itu Indonesia ditangguhkan dari anggota Komite Olimpiade Internasional (KOI).
Saat itu, rombongan pembawa api dari Mrapen, Kabupaten Grobogan berhenti di kawasan Stasiun Brumbung tersebut dan melakukan semacam acara seremonial dan pasar rakyat untuk membuka ajang Ganefo tersebut.
Dalam acara seremonial itu,Presiden Soekarno turut hadir. Alasan pemilihan kawasan di Stasiun Brumbung sebagai tempat dilakukannya seremonial karena kawasan Stasiun Brumbung dianggap penting karena letaknya strategis. Di mana pada lokasi tersebut, ada jalur kereta api yang dipecah ke timur menuju Surabaya dan ke selatan menuju Solo dan Yogyakarta.
Saat itu pasar rakyat yang diadakan sangat ramai hingga akhirnya saat ini kawasan tersebut menjadi pasar tradisional dengan nama Pasar Ganefo. Ramainya kawasan Pasar Ganefo tersebut juga diikuti dengan bisnis prostitusi ilegal yang didorong keramaian pasar dan banyaknya aktivitas ekonomi berupa pendirian gudang membuat bisnis ini terus berkembang.
Tarif Hanya Puluhan Ribu
Seorang warga di kawasan Pasar Ganefo Mat Kirin mengatakan praktik bisnis prostitusi di kawasan tersebut biasanya dilakukukan setelah magrib. Saat itulah para pekerja seks komersial (PSK) mulai menjajakan jasanya. Praktiknya biasanya dilakukan di pinggir sawah dengan beralaskan tikar ketika kencan.
Mat juga mengatakan ada sekitar 30 PSK yang menjajakan jasa seksnya dan harganya dipatok dengan harga mulai dari Rp25.000 sekali kencan. Harga itu bisa naik tergantung jenis layanan yang diinginkan. Meski dengan harga murah dan tempat seadanya, namun pelanggan dijanjikan pelayanan yang memadai. Bahkan, bila pelanggan memberi uang lebih, akan semakin dimanjakan oleh penyedia jasa seks tersebut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4381 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2049 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1920 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1578 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1417 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan