Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Jasad Bayi Ditemukan Mengapung di Sungai
BERITABALI.COM, NTB.
Sesosok jasad bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di sungai di Lingkungan Gebang Baru, Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, NTB Senin (27/12).
Mayat bayi yang sudah sempurna bentuknya perkiraan umur 7-8 bulan itu ditemukan pertama kali oleh Suhaeli, saat sedang membersihkan sungai.
Kapolsek Pagutan, IPDA I Putu Sastrawan membenarkan atas penemuan mayat bayi tersebut.
“Ya benar, pada Senin pagi sekitar jam 10.00 WITA di TKP kali Gebang,” kata IPDA Putu Sastrawan, Senin siang.
Kapolsek menuturkan, mayat bayi berjenis kelamin laki tersebut ditemukan pertama kali oleh saksi atas nama Suhaeli. Saat itu, saksi sedang membersihkan kali Gebang. Tiba-tiba saksi melihat ada bayi yang hanyut, yang saat ditemukan oleh saksi, bayi tersebut sudah dalam posisi telungkup dan meninggal dunia.
“Saat saksi menemukan, bayi tersebut sudah meninggal,” ungkap Kapolsek.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ditemukan ada luka pada tangan bayi sebelah kiri.
“Kalau perkiraan kita, mayat bayi sudah sempurna sekali bentuknya kira-kira umurnya 7-8 bulan,” jelas Kapolsek.
Mayat bayi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk dilakukan otopsi. Sementara siapa orang tua dari mayat bayi malang tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan.
“Kita masih penyelidikan, kasus ini akan jadi atensi kita,” pungkas Kapolsek.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3653 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1323 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1221 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1063 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun