Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Keluar Rumah Tanpa Bicara, Pria Ini Ditemukan Tewas Tergantung
BERITABALI.COM, NTB.
DS (31 tahun) dari Desa Tepas Kecamatan Berang Rea Kabupaten Sumbawa Barat ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di sebuah rumah sawah wilayah setempat, Jumat (7/1) siang.
Mayat korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.10 WITA oleh salah seorang warga Desa Tepas yang kebetulan mengunjungi sawahnya.
Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Heru Muslimin SIK melalui Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi S Sos membenarkan perihal ditemukannya mayat tergantung di sebuah rumah sawah tersebut.
“Ketika saksi hendak pulang dari sawahnya, saksi lewat di sebuah rumah persawahan. Saksi dikagetkan oleh sosok pria yang tergantung. Ketika ia melihat, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," terang Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi. Saksi kemudian melapor ke Polsek Berang Rea dan bersama anggota jaga menuju TKP.
Lanjut Kasi Humas, menurut keterangan keluarga korban, pada hari Kamis, sekitar pukul.23.00 WITA, korban keluar dari rumahnya.
Namun ia tidak berbicara sepatah kata pun. Mau ke mana dan tujuannya kemana tidak ada yang mengetahui. Sampai hari Jumat pagi korban tak kunjung pulang ke rumahnya.
“Karena korban tidak ada pulang hingga Jumat pagi itu, pihak keluarga menjadi panik dan berusaha mencari korban hingga ke wilayah desa Rarak Ronges serta rumah istri korban yang berada di Taliwang," ungkap IPDA Eddy Soebandi.
Namun, usaha yang dilakukan keluarga tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya menjelang pukul 11.30 WITA, korban ditemukan warga sudah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri.
Dan sekitar pukul 12.25 WITA, Tim Inafis Polres Sumbawa Barat menuju TKP langsung memasang Police Line. Oleh Tim Inafis Polres Sumbawa Barat, korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Brang Rea untuk dilakukan identifikasi.
Sementara dari hasil pemeriksaan petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sedangkan dari pihak keluarga menerima kejadian meninggalnya korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Jasad korban selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Catatan resdaksi:
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1408 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1072 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 913 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 811 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik