Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Keluar Rumah Tanpa Bicara, Pria Ini Ditemukan Tewas Tergantung
BERITABALI.COM, NTB.
DS (31 tahun) dari Desa Tepas Kecamatan Berang Rea Kabupaten Sumbawa Barat ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di sebuah rumah sawah wilayah setempat, Jumat (7/1) siang.
Mayat korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.10 WITA oleh salah seorang warga Desa Tepas yang kebetulan mengunjungi sawahnya.
Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Heru Muslimin SIK melalui Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi S Sos membenarkan perihal ditemukannya mayat tergantung di sebuah rumah sawah tersebut.
“Ketika saksi hendak pulang dari sawahnya, saksi lewat di sebuah rumah persawahan. Saksi dikagetkan oleh sosok pria yang tergantung. Ketika ia melihat, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," terang Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi. Saksi kemudian melapor ke Polsek Berang Rea dan bersama anggota jaga menuju TKP.
Lanjut Kasi Humas, menurut keterangan keluarga korban, pada hari Kamis, sekitar pukul.23.00 WITA, korban keluar dari rumahnya.
Namun ia tidak berbicara sepatah kata pun. Mau ke mana dan tujuannya kemana tidak ada yang mengetahui. Sampai hari Jumat pagi korban tak kunjung pulang ke rumahnya.
“Karena korban tidak ada pulang hingga Jumat pagi itu, pihak keluarga menjadi panik dan berusaha mencari korban hingga ke wilayah desa Rarak Ronges serta rumah istri korban yang berada di Taliwang," ungkap IPDA Eddy Soebandi.
Namun, usaha yang dilakukan keluarga tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya menjelang pukul 11.30 WITA, korban ditemukan warga sudah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri.
Dan sekitar pukul 12.25 WITA, Tim Inafis Polres Sumbawa Barat menuju TKP langsung memasang Police Line. Oleh Tim Inafis Polres Sumbawa Barat, korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Brang Rea untuk dilakukan identifikasi.
Sementara dari hasil pemeriksaan petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sedangkan dari pihak keluarga menerima kejadian meninggalnya korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Jasad korban selanjutnya akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Catatan resdaksi:
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4421 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2074 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1961 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1606 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1448 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan