Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Aglomerasi Jawa Bali kembali PPKM level 1
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pekan depan PPKM Jawa Bali masuk ke level 1. Hal ini berdasarkan asesmen pada 8 Januari, hasilnya terdapat 29 wilayah aglomerasi yang kembali masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di Jawa Bali.
Hal ini disampiakan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Luhut yang merupakan komandan PPKM Jawa Bali untuk penanggulangan Covid-19.
"Berdasarkan asesmen 8 Januari terdapat 29 aglomerasi kembali masuk LV 1 di Jawa Bali, namun perubahan level kami lakukan minggu depan," katanya dalam konferensi pers secara daring, Senin (10/1) petang.
Pada kesempatan tersebut, Luhut menyatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan kembali secara spesifik agar menahan diri atau menunda beberapa pekan ke depan perjalanan ke luar negeri. Hal itu, sambungnya, untuk menekan meluas masuknya Covid-19 varian Omicron ke Indonesia dari luar negeri. Ia menjelaskan kasus aktif di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir terjadi karena Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang kembali ke nusantara. Dan PPKM adalah langkah pencegahan.
"Kasus konfirmasi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) mendominasi proporsi kasus harian Indonesia sehingga menyebabkan kenaikan kasus aktif dan perawatan pasien di Jawa Bali, lagi lagi karena PPLN," katanya.
Ia mencontohkan tambahan kasus aktif Covid-19 di Jakarta pada 9 Januari lalu adalah 393 kasus.
"Hampir 300 kasus disebabkan pelaku perjalanan LN. Jadi sekali lagi kami mohon teman-teman sekalian tahan diri ke luar negeri kecuali sangat-sangat penting," katanya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang