Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Mengenenal Taman Kumbasari, Dulu Kumuh Kini Bak Taman Korea
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Salah satu aliran sungai yang berada di denpasar memiliki sebuah taman menarik bernama Taman kumbasari. Taman kumbasari ini merupakan hasil dari penataan kembali wilayah sekitar sungai kumbasari yang seblumnya cukup kumuh.
Taman yang terletak di jalan Gajah Mada Denpasar kini selalu menjadi salah satu kunjungan wisata anak muda Ibu kota. Taman Kumbasari berada di antara dua pasar yaitu Pasar Seni Kumbasari dan Pasar Badung.
Dulunya sungai Kumbasari dikenal dengan salah satu sungai yang kumuh, tetapi pada 2017 lalu diubah menjadi sungai yang tertata rapi dan dijadikan sebagai taman rekreasi.
Taman Kumbasari yang lebih dikenal sebagai Tukad Korea ini memiliki konsep seperti sungai Cheonggyecheon yang ada di Seoul Korea Selatan. Tak mengherankan banyaknya masyarakat yang berkunjung ke taman ini untuk bersantai dan menikmati keindahan sungai dengan berbagai spot foto yang instagramable.
Mengusung konsep river walk, taman ini ditata dengan jalan yang berkelok-kelok dan berundak sepanjang 548 meter. Taman ini juga dilengkapi dengan jembatan apung, ornamen batu-batu yang disusun apik, kursi yang disusun berwarna-warni, serta air mancur yang berada di sisi kanan dan kiri sungai membuat wisatawan seperti berkunjung ke Korea Selatan.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4421 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1943 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1508 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 929 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun