Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Efek Samping Covid-19 Dipicu Sugesti, Apa Itu Efek Nocebo?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Studi mengenai efek Covid-19 merujuk pada adanya efek lain yakni efek nocebo. Efek samping vaksin Covid-19 yang dilaporkan terkait nocebo seperti sakit kepala dan kelelahan, setelah dosis pertama vaksin Covid-19.
Menurut Painscale, efek nocebo melibatkan gejala yang memburuk atau perkembangan efek samping negatif setelah pengobatan plasebo. Efek nocebo juga dapat terjadi setelah perawatan medis asli, namun gejalanya sebenarnya tidak disebabkan oleh pengobatan atau hanya sugesti. Gejala paling umum yang terkait dengan efek nocebo adalah kantuk, sakit kepala, dan mual.
Menurut studi terbaru oleh para peneliti di BIDMC, efek nocebo menyumbang 76 persen dari "semua efek samping" yang dilaporkan di antara mereka yang menerima dosis vaksin Covid-19 pertama dan hampir 52 persen dari efek samping tersebut dilaporkan setelah dosis kedua.
Studi yang diterbitkan pada 18 Januari 2022 di Journal of the American Medical Association (JAMA), menganalisis data dari 12 uji klinis vaksin COVID-19, yang mengumpulkan laporan tentang efek samping yang merugikan dari 22.578 penerima plasebo dan 22.802 penerima vaksin.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 35 persen penerima plasebo melaporkan "efek samping sistemik", yang merupakan gejala yang mempengaruhi seluruh tubuh, seperti demam, setelah suntikan pertama. Sakit kepala dan kelelahan adalah efek samping sistemik yang paling umum dilaporkan oleh penerima plasebo setelah injeksi pertama, masing-masing sebesar 19,6 persen dan 16,7 persen, menurut penelitian.
Kejadian sistemik yang dilaporkan di antara kelompok plasebo turun menjadi 32 persen setelah injeksi kedua, kata laporan BIDMC.
BIDMC menjelaskan efek nocebo terjadi ketika seseorang mengalami "efek samping yang tidak menyenangkan setelah menjalani pengobatan tanpa efek farmakologis." Menurut sebuah studi Maret 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacology , Research & Perspectives, efek nocebo mengacu pada "induksi atau memburuknya gejala yang disebabkan oleh terapi palsu atau terapi aktif" dan mekanisme yang mendasarinya bersifat psikologis dan neurobiologis.
Sementara efek plasebo dapat berdampak positif pada hasil pengobatan yang diberikan, efek nocebo dapat berdampak negatif pada hasil. Efek nocebo juga dapat terjadi setelah perawatan medis, namun gejalanya sebenarnya tidak disebabkan oleh pengobatan. Gejala paling umum yang terkait dengan efek nocebo adalah mengantuk, sakit kepala, dan mual.
Ini Faktanya Beberapa faktor mungkin berperan dalam efek nocebo:
1. Self-fulfilling prophecy
Kesadaran akan efek samping negatif dan keyakinan bahwa itu terjadi karena efek nocebo. Namun, profesional perawatan kesehatan harus mengungkapkan risiko dan potensi efek samping sebelum pengobatan diberikan sehingga pasien dapat membuat keputusan pengobatan yang tepat.
2. Gaya komunikasi
Jika komunikasi tentang pengobatan melibatkan penekanan berlebihan pada informasi negatif atau informasi negatif tidak seimbang dengan informasi positif, efek nocebo lebih mungkin terjadi.
3. Desas-desus menular
Mendengar atau membaca tentang reaksi pengobatan negatif yang dialami orang lain membuat kemungkinan besar reaksi negatif serupa akan terjadi.
4. Pengalaman masa lalu
Jika pengobatan sebelumnya gagal atau efek samping negatif berkembang, kemungkinan besar pengalaman serupa akan terjadi di masa depan.
5. Ciri-ciri kepribadian
Ciri-ciri kepribadian tertentu telah dikaitkan dengan efek nocebo, termasuk pesimisme, penghindaran bahaya, dan bencana rasa sakit.
Efek plasebo dan nocebo membuktikan bahwa pikiran dapat menciptakan reaksi fisik. Berpikir positif dan percaya bahwa pengobatan akan berhasil meningkatkan kemungkinan hasil yang baik. Dengan demikian, efek nocebo terbukti ada kaitannya dengan sugesti.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4462 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2103 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2007 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1638 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1478 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan