Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 16 Juli 2026
Sekolah Rakyat di Karangasem Terima 163 Siswa, Jenjang SD Hanya 9 Orang
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, resmi menerima 163 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Dari jumlah tersebut, jenjang Sekolah Dasar (SD) hanya diikuti sembilan siswa, jauh lebih sedikit dibandingkan jenjang SMP dan SMA.
Saat ini seluruh peserta didik baru tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar. Para siswa berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bali.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali, I Putu Jaya Negara, menjelaskan komposisi siswa baru terdiri atas 78 siswa jenjang SMA, 76 siswa jenjang SMP, dan hanya sembilan siswa jenjang SD.
"Jumlah siswa yang kami terima sebanyak 163 orang, terdiri dari 78 siswa SMA, 76 siswa SMP, dan 9 siswa SD. Untuk jenjang SD memang peminatnya masih sedikit," ujar Jaya Negara, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, rendahnya jumlah siswa pada jenjang SD diduga dipengaruhi kekhawatiran orang tua yang masih enggan melepas anak-anak mereka tinggal di asrama. Pasalnya, Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama sehingga seluruh peserta didik menetap di lingkungan sekolah selama mengikuti pendidikan.
Untuk mendukung proses pembelajaran, pihak sekolah membagi siswa SMP dan SMA ke dalam masing-masing tiga rombongan belajar (rombel). Sementara itu, sembilan siswa SD akan belajar dalam satu rombel.
Baca juga:
Di Balik Kunjungan Prabowo di Sekolah Rakyat di Tabanan, Ada Harapan Baru Anak Keluarga Kurang Mampu
Selama pelaksanaan MPLS, para siswa mengikuti berbagai agenda yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Kegiatan tersebut meliputi pembagian seragam, mengikuti materi secara daring, hingga pengenalan lingkungan sekolah sebagai bekal sebelum memasuki proses belajar.
"Besok kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh siswa baru. Ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, sekaligus memberikan rasa tenang kepada orang tua karena siswa akan tinggal bersama di asrama," jelasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, sekolah juga memberikan pendampingan kepada seluruh siswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Pendekatan ini menjadi perhatian khusus bagi siswa SD mengingat usia mereka masih relatif muda dan membutuhkan proses penyesuaian lebih intensif.
"Fokus kami di awal adalah membangun rasa nyaman dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Kami ingin mereka merasa betah dan senang belajar di Sekolah Rakyat," kata Jaya Negara.
Usai pelaksanaan MPLS, pihak sekolah masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait jadwal dimulainya proses pembelajaran. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa akan diperkenalkan dengan sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
Ke depan, siswa jenjang SMP yang sebelumnya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Tabanan juga dijadwalkan bergabung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Kabupaten Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3700 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1377 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1304 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1252 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1088 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun