Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sekolah Rakyat di Karangasem Terima 163 Siswa, Jenjang SD Hanya 9 Orang

Rabu, 15 Juli 2026, 09:27 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sekolah Rakyat di Karangasem Terima 163 Siswa, Jenjang SD Hanya 9 Orang.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, resmi menerima 163 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Dari jumlah tersebut, jenjang Sekolah Dasar (SD) hanya diikuti sembilan siswa, jauh lebih sedikit dibandingkan jenjang SMP dan SMA.

Saat ini seluruh peserta didik baru tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar. Para siswa berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bali.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali, I Putu Jaya Negara, menjelaskan komposisi siswa baru terdiri atas 78 siswa jenjang SMA, 76 siswa jenjang SMP, dan hanya sembilan siswa jenjang SD.

"Jumlah siswa yang kami terima sebanyak 163 orang, terdiri dari 78 siswa SMA, 76 siswa SMP, dan 9 siswa SD. Untuk jenjang SD memang peminatnya masih sedikit," ujar Jaya Negara, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, rendahnya jumlah siswa pada jenjang SD diduga dipengaruhi kekhawatiran orang tua yang masih enggan melepas anak-anak mereka tinggal di asrama. Pasalnya, Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school atau sekolah berasrama sehingga seluruh peserta didik menetap di lingkungan sekolah selama mengikuti pendidikan.

Untuk mendukung proses pembelajaran, pihak sekolah membagi siswa SMP dan SMA ke dalam masing-masing tiga rombongan belajar (rombel). Sementara itu, sembilan siswa SD akan belajar dalam satu rombel.

Selama pelaksanaan MPLS, para siswa mengikuti berbagai agenda yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Kegiatan tersebut meliputi pembagian seragam, mengikuti materi secara daring, hingga pengenalan lingkungan sekolah sebagai bekal sebelum memasuki proses belajar.

"Besok kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh siswa baru. Ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, sekaligus memberikan rasa tenang kepada orang tua karena siswa akan tinggal bersama di asrama," jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, sekolah juga memberikan pendampingan kepada seluruh siswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Pendekatan ini menjadi perhatian khusus bagi siswa SD mengingat usia mereka masih relatif muda dan membutuhkan proses penyesuaian lebih intensif.

"Fokus kami di awal adalah membangun rasa nyaman dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Kami ingin mereka merasa betah dan senang belajar di Sekolah Rakyat," kata Jaya Negara.

Usai pelaksanaan MPLS, pihak sekolah masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait jadwal dimulainya proses pembelajaran. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa akan diperkenalkan dengan sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Rakyat.

Ke depan, siswa jenjang SMP yang sebelumnya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Tabanan juga dijadwalkan bergabung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Kabupaten Karangasem.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami