Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Pocari Sweat Run Lombok 2026 Sedot 9.200 Pelari, Putar Ekonomi hingga Rp95 Miliar
BERITABALI.COM, NTB.
Pocari Sweat Run Lombok 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu ajang sport tourism terbesar di Indonesia. Digelar pada 11–12 Juli 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, acara ini sukses menarik lebih dari 9.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Sebanyak 9.200 pelari dari 325 kota/kabupaten di Indonesia ambil bagian dalam ajang tersebut. Tak hanya itu, peserta juga datang dari 21 negara, memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi wisata olahraga berkelas internasional.
Mengusung konsep Ultimate Dual Experience, Pocari Sweat Run Lombok 2026 menghadirkan pengalaman berbeda selama dua hari penyelenggaraan.
Hari pertama dibuka dengan Sunset Run yang memungkinkan peserta menikmati panorama matahari terbenam di lintasan sirkuit Mandalika. Keseruan semakin lengkap dengan penampilan kejutan Ariel NOAH yang hadir menggunakan mobil balap berbalut livery Pocari Sweat , sebelum ditutup penampilan grup band WALI.
Pada hari kedua, peserta mengikuti Sunrise Run sambil menikmati keindahan matahari terbit. Di garis finis, para pelari disambut sajian budaya dan kuliner khas Lombok yang semakin memperkuat pengalaman sport tourism.
"Pocari Sweat Run Lombok bukan sekadar event olahraga biasa. Tahun ini, 9.200 pelari yang berasal dari 325 kota/kabupaten seluruh Indonesia berpartisipasi, di mana 72% di antaranya datang dari luar Lombok. Momentum yang bertepatan dengan musim liburan ini diperkirakan memberikan dampak perputaran ekonomi lokal yang mencapai ± 95 Miliar Rupiah," ujar Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati.
"Kami yakin di masa liburan sekolah ini, pelari tidak hanya datang untuk berlari sendiri, namun datang bersama keluarga dan pendukungnya yang bantu mendongkrak okupansi hotel serta menggerakkan roda perekonomian daerah."
Kementerian Pemuda dan Olahraga RI turut memberikan apresiasi atas konsistensi Pocari Sweat dalam memperluas budaya olahraga melalui konsep sport tourism, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
"Pemerintah terus mendukung inisiatif yang memotivasi masyarakat untuk hidup sehat secara merata terutama melalui konsep Sport Tourism. Lombok sebagai hub yang strategis mendekatkan pelari dari wilayah Tengah dan Timur Indonesia adalah langkah strategis untuk menghilangkan batasan geografis dalam berolahraga," ujar Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat.
Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa menilai penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata berkualitas.
"Lebih dari sekadar ajang olahraga, event seperti ini mampu menarik wisatawan, memperpanjang lama tinggal, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” kata Ni Luh Puspa.
"Menurut saya, Lombok adalah unusual destination untuk berlari. Namun, penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok justru berhasil menarik animo pelari dari seluruh Indonesia, termasuk partisipasi internasional dari 21 negara. Kegiatan olahraga yang bisa dijadikan sebagai ajang untuk memperkenalkan potensi Lombok sebagai destinasi wisata dunia," tambahnya.
Baca juga:
Diskusi Medis Pocari Sweat: Tanda Peringatan dan Manajemen Cairan untuk Infeksi Demam Berdarah
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga mengapresiasi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Tingkat hunian hotel meningkat signifikan, sementara sektor transportasi dan pelaku UMKM ikut menikmati lonjakan aktivitas selama penyelenggaraan acara.
.jpg)
"Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan Pocari Sweat Run dengan memilih Lombok sebagai tuan rumah di tahun kedua. Sinergi ini tidak hanya mengisi penuh hunian hotel dan menghidupkan UMKM dan transportasi lokal, tetapi juga membuktikan kepada dunia bahwa infrastruktur pariwisata NTB sangat siap menyelenggarakan event bertaraf internasional yang masif dan inklusif," ujar Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
Pemilihan kawasan The Mandalika sebagai lokasi lomba dinilai semakin memperkuat daya tarik event. Lintasan yang melewati Pertamina Mandalika International Circuit dipadukan dengan panorama pesisir dan perbukitan memberikan pengalaman berlari yang berbeda dibandingkan ajang lainnya.
Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengatakan kawasan Mandalika kini mampu mengakomodasi berbagai kegiatan olahraga dan gaya hidup selain ajang motorsport internasional.
"Kami bangga Pertamina Mandalika International Circuit dapat dieksplorasi secara kreatif melalui olahraga lari dan menjadi bagian dari pengalaman Pocari Sweat Run Lombok 2026. Didukung kesiapan infrastruktur kawasan yang terus kami optimalkan, para peserta dapat menikmati pengalaman berlari yang aman dan nyaman melalui rute yang memadukan atmosfer sirkuit modern dengan panorama pesisir, perbukitan, serta keindahan lanskap The Mandalika saat matahari terbenam dan terbit.”
“Penyelenggaraan event ini juga menunjukkan bahwa The Mandalika tidak hanya menjadi tuan rumah berbagai ajang motorsport berskala internasional, tetapi juga memiliki infrastruktur kawasan yang adaptif untuk mendukung beragam kegiatan olahraga, pariwisata, dan gaya hidup. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus memperkuat The Mandalika sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination,” tambah Troy.
Rangkaian lomba diawali sejak 10 Juli melalui pengambilan race pack. Pada 11 Juli digelar Sunset Run sejauh 4,3 kilometer, sedangkan puncak acara berlangsung pada 12 Juli dengan kategori Marathon 42 kilometer, Half Marathon 21 kilometer, dan 10 kilometer.
Atlet pemegang rekor marathon Asia Tenggara, Robi Syianturi, mengaku terkesan dengan pengalaman berlari di Lombok.
"Yang pasti ini pertama kalinya saya berlari di Lombok. Saya cukup terkesan dengan pemandangan indah yang disajikan. Meskipun elevasi menantang, tapi hydration point melimpah."
Chef Arnold Poernomo yang mengikuti kategori half marathon juga memberikan apresiasi terhadap konsep penyelenggaraan.
"Lari di Lombok adalah the real concept of sport tourism. Lain kali, kalau saya berlari di sini lagi, saya akan ajak keluarga dan anak-anak untuk cheering dan juga menikmati keindahan Lombok."
Usai sukses di Lombok, Pocari Sweat akan melanjutkan rangkaian agenda larinya melalui Pocari Sweat Run Indonesia 2026 pada September mendatang. Ajang tersebut akan kembali mengusung format hybrid yang memungkinkan pelari dari seluruh Indonesia mengikuti perlombaan secara serentak, baik secara langsung maupun virtual.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3687 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1363 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1240 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1148 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun