Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 15 Juli 2026
Menguak Pembahasan Seru Terkait Apa Privilege Yang Sebenarnya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pembahasan mengenai Privilege ramai dibicarakan diberbagai media sosial usai pernyataan Indra Kenz tentang kemiskinan adalah Privilege. Hal tersebut menimbulkan banyak respon terkait apa devinisi Privilege yang sebenarnya.
Dikutip dari Kompas.com, Privilege adalah istilah yang kerap digunakan netizen di media sosial, khususnya berkaitan dengan hak istimewa seseorang. Privilege umumnya berkaitan dengan kekayaan, penampilan fisik atau kelebihan lainnya yang dimiliki seseorang tanpa berusaha.
Justin Garcia, dalam buku berjudul Privilege (Social Inequality) yang rilis tahun 2018 lalu, menjabarkannya dengan lebih jauh. Privilege disebut sebagai keuntungan sosial tertentu, manfaat, atau derajat prestise dan rasa hormat yang dimiliki seseorang berdasarkan milik kelompok identitas sosial tertentu.
Privilege membuat kehidupan seseorang sedikit lebih mudah, dengan berbagai keistimewaan yang dimiliki. Meskipun bukan berarti mereka tidak mengalami kesulitan sama sekali dalam hidupnya.
Selain itu, privilege tidak hanya dimiliki oleh orang kaya, cantik atau tampan saja. Kita semua sebenarnya memiliki privilege tersebut namun jenisnya berbeda dan, kadangkala, tidak disadari.
Berbagai jenis privilege, bukan hanya soal uang dan penampilan Kita mungkin mengira privilege hanya dimiliki oleh orang yang terlahir kaya, rupawan dan bangsawan. Namun keistimewaan tersebut sebenarnya dimiliki oleh kita semua namun porsi dan manfaatnya berbeda.
Dikutip dari situs Well and Good, ada beberapa jenis privilege yang harus kita pahami antara lain:
White privilege
Keistimewaan ini dimiliki orang kulit putih sebagai bagian dari kolonialisme di masa lalu. Hak istimewa ini kerap kali dikaitkan dengan rasisme yang banyak terjadi di Amerika Serikat dan Eropa. Nyatanya Kini Kaya Raya White privilege membuat seseorang diperlakukan lebih baik, tidak dikasari petugas, atau dianggap lebih berpendidikan.
Gender privilege
Gender privilege umumnya dimiliki laki-laki yang dianggap lebih unggul dalam banyak budaya. Keistimewaan ini yang kemudian memunculkan sikap patriarki termasuk berbagai implikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Privilege sosial ekonomi
Keistimewaan ini berkaitan dengan kondisi finansial seseorang yang lebih baik atau berada di kelas lebih tinggi. Kita memiliki privilege ini ketika tidak memiliki beban hutang, sulit mendapatkan pekerjaan dan tidak perlu khawatir soal cara memenuhi kebutuhan pokok. Orang dengan hak istimewa ini mampu mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih baik dan kebutuhan lainnya karena uangnya.
Privilege berbadan sehat
Memiliki badan sehat baik fisik maupun mental, bebas penyakit kronis dan panca indera lengkap termasuk privilege. Kondisi ini membuat kita lebih mudah mencari pekerjaan, beraktivitas, dan lebih berdaya.
Privilege terkait paspor
Fakta jika ada paspor negara yang lebih berpengaruh ketika bepergian membuktikan adanya ketimpangan yang terjadi di dunia. Baca juga: 10 Paspor Paling Sakti di Dunia Tahun 2022, Lebih Bebas Bepergian Privilege paspor terjadi ketika pemegang paspor Amerika Serikat dan Singapura lebih bebas bepergian ke banyak negara dibandingkan, misalnya Indonesia.
Privilege tempat kelahiran
Tempat kelahiran kita bisa memberikan privilege yang sangat besar dalam hal prospek pendidikan, kesejahteraan dan keamanan. Contohnya, privilege yang dimiliki orang yang terlahir di Inggris dibandingkan masyarakat di negara berkonflik.
Privilege kecantikan
Penampilan fisik yang dianggap sesuai dengan stigma yang berkembang di masyarakat bisa menjadi privilege. Hal itu kita temukan ketika wanita berkulit putih dianggap lebih cantik dibandingkan kulit cokelat atau sawo matang. Keistimewaan penampilan itu bisa memberikan kemudahan dalam karier, kehidupan sosial sampai mendapatkan pasangan.
Privilege berpasangan Berpasangan
Baik hubungan suami istri atau pacaran, mendatangkan privilege tersediri. Misalnya saja pasangan suami istri akan lebih mudah mendapatkan pinjaman perbankan atau diterima di masyarakat dibandingkan janda. Privilege berpasangan juga merupakan penyebab stigma negatif yang berkembang ketika seseorang hidup melajang hingga masa tua.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3688 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1365 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1242 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1226 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1079 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun