Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Viral Video Pengantin Naik Perahu ke KUA Karena Banjir
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kabupaten Lamongan mengalami banjir dalam beberapa hari terakhir akibat luapan sungai tak mampu menampung debit air gegara hujan turun dengan intensitas tinggi. Banjir di sejumlah daerah itu mengakibatkan aktivitas warga terganggu.
Baru-baru ini, sebuah video seorang pengantin sampai harus dinaikkan perahu ke KUA viral di media sosial. Seorang mempelai perempuan yang sudah dirias dan berdandan tersebut hendak menjalani akad nikah. Video tersebut viral setelah diunggah beberapa akun media sosial publik Lamongan.
Diketahui, mempelai perempuan ini berasal dari Desa Kepudibener Kecamatan Turi yang memang terimbas banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero. Mempelai perempuan yang bergaun putih dan berparas cantik ini hendak melangsungkan akad nikah di KUA Kecamatan Turi. Banjir yang terjadi di kawasan tersebut tak menghalangi niatnnya untuk melangsungkan akad nikah dengan pria idamannya.
Salah seorang warga Desa Kepudibener Thohari membenarkan video. "Benar, itu video kemarin pagi di desa saya, Desa Kepudibener," katanya.
Menurut Thohari, pasangan pengantin yang berbahagia ini sebenarnya masih satu desa, tapi beda dusun. Mereka adalah pasangan bernama Alek dan Fitri. Saat naik perahu, pengantin telah berdandan lengkap layaknya pengantin di pelaminan secara umumnya.
"Karena jalan desa banjir, sehingga untuk mencapai KUA di Kecamatan Turi, kami harus naik perahu dulu sekitar 4 km, kemudian beralih menggunakan mobil dan menembus banjir lagi," jelas Thohari.
Ditambahkan Thohari, bahwa pasangan pengantin ini hanya menggelar akad nikah saja di kantor KUA Kecamatan Turi. Sedangkan untuk hari hajatannya akan digelar pada lain waktu.
"Kemarin baru akad nikah, kalau acara hajatan tidak berani sekarang, karena banjir," katanya.
Thohari menjelaskan bahwa kondisi Desa Kepudibener saat ini sedang dilanda banjir akibat luapan Bengawan Njero. Bahkan, lanjut Thohari, banjir yang terjadi kali ini lebih tinggi dibanding dengan banjir yang sempat surut beberapa waktu lalu.
"Tambah tinggi yang sekarang daripada yang pertama dulu. Banjir kali ini sampai membuat sebagian jalan kampung banyak yang tergenang," katanya.
Berdasarkan data yang diserap dari BPBD Lamongan, banjir akibat luapan Bengawan Njero masih merendam 26 desa di 5 kecamatan di Lamongan, antara lain Kecamatan Turi, Kalitengah, Deket, Glagah dan Karangbinangun.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4467 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2107 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2011 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1642 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1481 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan