Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
SILPA Bali Rp712,87 Miliar, Giri Prasta: Bukan Karena Program Gagal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemerintah Provinsi Bali tahun anggaran 2025 kembali menjadi sorotan dalam rapat paripurna DPRD Bali, Selasa (14/7). Menanggapi berbagai pandangan fraksi, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menegaskan bahwa SILPA tidak dapat diartikan sebagai indikator kegagalan pelaksanaan program atau rendahnya penyerapan anggaran.
Dalam jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Giri Prasta menjelaskan bahwa SILPA tahun 2025 merupakan akumulasi dari sejumlah komponen yang memiliki karakteristik berbeda.
"SILPA tersebut terdiri dari dana yang bersifat terikat, efisiensi pelaksanaan program, serta efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa," jelasnya saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul perhatian sejumlah fraksi DPRD Bali terhadap SILPA Pemerintah Provinsi Bali yang mencapai Rp712,87 miliar. Sebelumnya, beberapa anggota dewan menilai besarnya SILPA dapat menjadi indikator masih adanya program yang belum berjalan optimal maupun perlunya peningkatan kualitas perencanaan anggaran.
Menanggapi hal itu, Giri Prasta mengatakan Pemerintah Provinsi Bali memiliki pandangan yang sama dengan DPRD mengenai pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan APBD dari tahun ke tahun.
Ia menyebut pemerintah sependapat dengan pandangan Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, serta Fraksi Demokrat-NasDem yang mendorong peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan anggaran agar penggunaan keuangan daerah semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Menurutnya, efisiensi dalam pengelolaan anggaran tidak selalu berarti adanya kegagalan pelaksanaan program. Dalam sejumlah kegiatan, khususnya pengadaan barang dan jasa, efisiensi justru menghasilkan penghematan anggaran yang secara administratif tercatat sebagai bagian dari SILPA.
Rapat paripurna DPRD Bali tersebut juga menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Bali untuk kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Komitmen tersebut, menurut pemerintah daerah, tercermin dari keberhasilan Pemprov Bali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 13 tahun berturut-turut.
Meski demikian, Giri Prasta menegaskan bahwa capaian opini WTP bukanlah tujuan akhir dalam pengelolaan keuangan daerah.
"Opini WTP bukan tujuan akhir, melainkan fondasi untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang lebih berkualitas," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Bali menilai pembahasan SILPA dalam rapat pertanggungjawaban APBD bukan hanya berfokus pada besaran anggaran yang tersisa di akhir tahun, tetapi lebih penting memastikan setiap rupiah yang dikelola pemerintah mampu memberikan manfaat optimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5760 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4592 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan