Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Desa Adat Sempidi Sepakat Tidak Buat dan Pawai Ogoh-ogoh
BERITABALI.COM, BADUNG.
Desa Adat Sempidi-Kwanji Kabupaten Badung menggelar rapat bersama tentang pelaksanaan rangkaian Hari Raya Nyepi Çaka 1944 terkait dengan Pembuatan dan Pawai Ogoh-Ogoh.
Baca juga:
Jokowi Bawa Pulang Rp85 Triliun dari Tokyo
Hasil rapat bersama disepakati tidak membuat dan melaksanakan pawai ogoh-ogoh. Agenda rapat berlangsung di aula Kantor Lurah Sempidi, pada Kamis 27 Januari 2022 sekitar pukul 19.00 WITA. Rapat ini dihadiri oleh Lurah Sempidi, Bendesa Adat Sempidi Gusti Ngurah Martana beserta pengurus.
Bendesa Adat Kwanji Ketut Sugiana dan prajuru atau pengurus. Dihadiri juga oleh Kelian Banjar Adat se Desa Adat Sempidi Kwanji. Kepala Lingkungan se - Kelurahan Sempidi Pembina Sekhe Teruna se-Desa Adat Sempidi Kwanji.
Ketua dan perwakilan dari 12 Skhe Teruna se- Desa Adat Sempidi - Kwanji. Rapat ini diikuti anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempidi Aiptu I Ketut Sunarja. Pada kesempatan itu, Aiptu I Ketut Sunarja menyampaikan bahwa dalam rangkaian pelaksanaan Nyepi mengacu pada Surat Edaran Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, serta aturan lainnya terkait dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid 19.
Sementara dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh harus sesuai Surat Edaran Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Nomor : 009/SE/MDA Provinsi Bali/XII/2021 tentang pembuatan dan pawai ogoh-ogoh dalam menyambut Hari Raya Nyepi Çaka 1944.
Baca juga:
Jokowi Bawa Pulang Rp85 Triliun dari Tokyo
"Sesuai SE tersebut disana sudah jelas, jadi kita tinggal mengikuti saja," ungkapnya, Jumat 27 Januari 2022.
Dari hasil rapat, ujar Aiptu Ketut Sunarja, disimpulkan bahwa berdasarkan hasil kesepakatan bersama dari 12 Sekehe Teruna se-Desa Adat Sempidi-Kwanji Kabupaten Badung sepakat untuk tidak membuat dan melaksanakan pawai ogoh-ogoh.
"Hasil rapat disepakati tidak membuat dan melaksanakan pawai ogoh-ogoh. Akan dialihkan atau diganti dengan kreativitas lainnya dengan tetap mematuhi aturan prokes," ungkapnya.
Diharapkannya, selama pelaksanaan rangkaian Nyepi ini tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Kelurahan Sempidi yang dapat berpengaruh pada pelaksanaan KTT G20 pada Oktober mendatang di Nusa Dua.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3804 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1351 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 851 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun