Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 19 Juli 2026
Dampak Lonjakan Kasus Covid-19 Terhadap Sektor Pariwisata
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kasus Covid-19 di Indonesia mulai naik sejak meluasnya paparan varian omicron yang lebih cepat menular. Sejak pekan lalu, kasus positif harian kembali di atas 10 ribu, menjadi angka tertinggi sejak awal September 2021.
Meski begitu, kondisi tersebut belum terlalu mempengaruhi industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, mengatakan bahwa tempat wisata belum diminta untuk tutup, meski kasus Covid-19 makin tinggi.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Filipina
"Khusus untuk penanganan omicron, kita akan mengikuti skema PPKM. Baru saja diumumkan oleh Bapak Menko (Marinves), Menteri Kesehatan tentang perubahan status PPKM yang disesuaikan dengan peningkatan kasus omicron. Jadi kita akan mengikuti aturan dalam lingkup PPKM," kata Sandi dalam weekly Press Briefing secara virtual, Senin (31/1/2022).
Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, Sandi menekankan, agar masyarakat tetap meningkatkan kehati-hatian selama beraktivitas di area wisata. Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan dalam menghadapi varian omicron dengan lebih ketat menjalankan protokol kesehatan.
"Seiring dengan peningkatan omicron, tentu tiga hal utama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berpartisipasi. Pertama peningkatan protokol kesehatan 3M dan 3T. Kedua adalah vaksinasi, kita harus mulai siapkan booster untuk para pelaku parekraf. Dan ketiga, harus bantu sosialisasi dan edukasi masyarakat agar tetap mengikuti prokes," ujar Sandi.
"Kita pastikan juga momentum kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kita tidak terdistorsi. Oleh karena itu, tentunya kita harapkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tetap bisa membangun citra yang baik, reputasi yang baik. Sehingga ekonomi Indonesia kembali bisa menggeliat," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan kepada para pelaku parekraf untuk meningkatkan protokol kesehatan yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Filipina
"Mari kita galakkan PeduliLindungi dan kita pastikan bahwa protokol kesehatan adalah bagian dari kegiatan sehari-hari. Vaksinasi juga perlu diperluas termasuk booster," pungkasnya. (sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3722 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1399 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1340 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1266 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1100 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun