Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 19 Oktober 2026
Dampak Lonjakan Kasus Covid-19 Terhadap Sektor Pariwisata
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kasus Covid-19 di Indonesia mulai naik sejak meluasnya paparan varian omicron yang lebih cepat menular. Sejak pekan lalu, kasus positif harian kembali di atas 10 ribu, menjadi angka tertinggi sejak awal September 2021.
Meski begitu, kondisi tersebut belum terlalu mempengaruhi industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, mengatakan bahwa tempat wisata belum diminta untuk tutup, meski kasus Covid-19 makin tinggi.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Filipina
"Khusus untuk penanganan omicron, kita akan mengikuti skema PPKM. Baru saja diumumkan oleh Bapak Menko (Marinves), Menteri Kesehatan tentang perubahan status PPKM yang disesuaikan dengan peningkatan kasus omicron. Jadi kita akan mengikuti aturan dalam lingkup PPKM," kata Sandi dalam weekly Press Briefing secara virtual, Senin (31/1/2022).
Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, Sandi menekankan, agar masyarakat tetap meningkatkan kehati-hatian selama beraktivitas di area wisata. Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan dalam menghadapi varian omicron dengan lebih ketat menjalankan protokol kesehatan.
"Seiring dengan peningkatan omicron, tentu tiga hal utama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berpartisipasi. Pertama peningkatan protokol kesehatan 3M dan 3T. Kedua adalah vaksinasi, kita harus mulai siapkan booster untuk para pelaku parekraf. Dan ketiga, harus bantu sosialisasi dan edukasi masyarakat agar tetap mengikuti prokes," ujar Sandi.
"Kita pastikan juga momentum kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kita tidak terdistorsi. Oleh karena itu, tentunya kita harapkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tetap bisa membangun citra yang baik, reputasi yang baik. Sehingga ekonomi Indonesia kembali bisa menggeliat," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan kepada para pelaku parekraf untuk meningkatkan protokol kesehatan yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Filipina
"Mari kita galakkan PeduliLindungi dan kita pastikan bahwa protokol kesehatan adalah bagian dari kegiatan sehari-hari. Vaksinasi juga perlu diperluas termasuk booster," pungkasnya. (sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4488 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2112 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2029 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1645 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1490 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan