Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Buleleng Ubah Strategi Promosi, Destinasi Wisata Tersembunyi Mulai Diperkenalkan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng mengubah strategi promosi pariwisata di tengah kondisi sektor wisata global yang belum sepenuhnya stabil. Tidak lagi hanya mengandalkan destinasi yang telah populer, pemerintah kini mulai memperkenalkan berbagai potensi wisata di sejumlah kecamatan yang selama ini belum banyak dikenal wisatawan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kunjungan wisatawan sekaligus memperluas persebaran manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai wilayah di Kabupaten Buleleng.
Kepala Bidang Pemasaran Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Buleleng, Gede Angga Prasaja, mengatakan strategi promosi yang lebih beragam diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk menjelajahi destinasi baru di Bali Utara.
Berdasarkan data Disbudpar Buleleng pada triwulan II tahun 2026, jumlah kunjungan wisatawan menunjukkan tren yang fluktuatif. Pada April tercatat sebanyak 16.217 kunjungan, meningkat menjadi 30.205 kunjungan pada Mei, kemudian sedikit menurun menjadi 28.205 kunjungan pada Juni. Destinasi yang paling banyak dikunjungi masih didominasi kawasan Lovina, Air Panas Banjar, dan Air Terjun Gitgit.
"Selama ini promosi lebih banyak menyasar destinasi yang sudah terkenal. Sekarang kami ingin memperkenalkan lebih banyak daya tarik wisata di setiap kecamatan," ujarnya.
Baca juga:
Undiksha – Desa Wisata Panji Kolaborasi Berdampak Nyata: Masyarakat Berdaya, Ekonomi Tumbuh
Salah satu destinasi yang mulai dipromosikan secara intensif adalah jalur trekking di Desa Kayuputih. Promosi dilakukan melalui media sosial untuk memperkenalkan potensi wisata alam yang sebelumnya belum banyak terekspos.
"Tracking di Kayuputih kami mulai ekspose di media sosial dan hasilnya cukup signifikan. Selain itu, kawasan Kalibukbuk dan Kaliasem juga kami angkat karena memiliki potensi ekonomi kreatif serta hamparan sawah yang menarik," katanya.
Menurut Angga, strategi ini dirancang agar sektor pariwisata Buleleng tidak hanya bertumpu pada destinasi unggulan yang sudah dikenal luas. Dengan semakin banyak objek wisata yang dipromosikan, wisatawan diharapkan memiliki lebih banyak pilihan destinasi, sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai kecamatan.
Baca juga:
Bali Dinilai Hadapi Krisis Air, Lahan, dan Overtourism, Koalisi Sipil Desak Moratorium Pariwisata
Di tengah ketidakpastian kondisi pariwisata global, Disbudpar Buleleng juga memilih tidak menetapkan target kunjungan wisatawan yang terlalu tinggi pada tahun 2026. Pemerintah daerah lebih fokus memperkuat promosi dan memperkenalkan potensi wisata baru sebagai langkah menjaga daya saing pariwisata Buleleng.
"Kami tidak ingin memasang target yang muluk-muluk. Situasi global tentu berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, tetapi kami tetap berupaya mengenalkan potensi wisata Buleleng seluas mungkin," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5747 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan