Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 21 Oktober 2026
Bantu Pendataan Kesehatan Masyarakat, Bidan Diminta Lebih Melek Teknologi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bidan disebut sebagai tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Pelayanannya yang langsung menyasar pada setiap keluarga, telah memberi peran penting dalam memastikan status kesehatan individu.
Oleh sebab itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia atau IBI, Dr. Emi Nurjasmi meminta agar seluruh bidan melek teknologi untuk mempermudah penyimpanan data kesehatan masyarakat.
"Kalau sekarang kita pakai yang konvensional, ada kelahiran kita laporkan ke Puskesmas, nanti sampai di Puskesmas berapa hari belum tentu (terdata)," kata Ema dalam konferenai pers virtual peluncuran Bidanku bersama Halodoc, Kamis (3/2/2022).
Terutama di daerah terpencil yang berada di pulau Papua dan Kalimantan, Ema mengungkapkan kalau pendataan satu kelahiran di Puskesmas saja bisa sampai satu bulan.
Hal itu bisa berakibat fatal apabila ada anak yang lahir dengan kondisi kesehatan kurang baik dan butuh rujukan ke rumah sakit.
"Itulah delay intervensi karena komunikasi tidak lancar, tidak real-time," ujarnya.
Ema menyarankan agar para bidan setidaknya harus memiliki akses terhadap aplikasi sistem rujukan terintegrasi atau Sisrute yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Lewat aplikasi tersebut, bjsa mempermudah bidan untuk lakukan rujukan ke rumah sakit apabila ada pasien dengan kondisi gawat.
"Kalau ada pasien dengan resiko, mereka mau merujuk sudah bisa connect melalui Sisrute. Di mana yang ada tempat tidur, jadi enggak lagi mereka hospital shopping."
"Apalagi kalau datang dari daerah, datang ke sana, ke sini penuh. Apalagi kemarin zamannya covid, itu sangat menjadi tantangan besar menjadi teman-teman bidan," tutur Ema.
Pada aplikasi Sisrute itu otomatis terkoneksi antara puskesmas dengan rumah sakit. Selain itu, data kesehatan masyarakat bisa terekam dengan detail.
"Penting sekali ada satu pusat data yang bisa diakses oleh kita, antar profesi pun kita bisa memberikan informasi," pungkasnya. (Sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4503 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2126 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2077 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1656 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1578 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan