Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Terus Tambah Kapasitas Isoter, Dijaga Ketat Satpol PP

Sabtu, 5 Februari 2022, 22:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bali Terus Tambah Kapasitas Isoter, Dijaga Ketat Satpol PP.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah provinsi Bali terus menambah kapasitas isolasi terpusat bagi pasien Covid 19. Hari ini menyikapi jumlah warga terpapar Covid 19 yang terus meningkat setiap hari sejak dua pekan terakhir.

Jumlah Isoter ditambah sejak 1 Februari 2022 yang awalnya berjumlah 1.335 bed, ini telah berjumlah 2. 608 bed. PLT Kadis Kesehatan Provinsi Bali Made Rentin mengatakan saat ini kapasitas isoter telah terisi 69,82% atau sebanyak 1.821 bed. 

"Kasus aktif saat ini 8.172, isolasi terpusat sebanyak 1.821. isolasi Mandiri sebanyak 5.516 atau sekitar 67,50%," terangnya pada Sabtu petang. 

Seluruh tempat isolasi terpusat dijaga ketat oleh petugas Satpol PP bersinergi bersama TNI Polri dan dinas terkait. 

Kasatpol PP provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Darmadi mengatakan, antusiasme masyarakat untuk menjalani isoter sejatinya cukup baik. 

"Beberapa dari mereka datang ke sini sendiri ke tempat isolasi terpusat karena tak memiliki ruang yang cukup di rumahnya. Lagi diantar oleh Satgas desa," ungkapnya.

Selama menjalani isoter, peserta akan mendapat pelayanan kesehatan dan juga makan selama tiga kali sehari. Untuk dapat menjalani pelayanan isoter ini, peserta harus menunjukkan tanda bukti bahwa telah positif 19 dan tercatat oleh satgas desa.

Hal ini juga dalam rangka mewaspadai ada oknum-oknum yang tidak sakit namun memanfaatkan fasilitas isoter. 

"Mereka yang positif kan telah terdata di aplikasi, datanya connect ke semua, jadi tidak bisa sembarang masuk ke sini untuk mendapat makan gratis," sambungnya. 

Dia mengatakan sebagian besar peserta yang isoter dalam kondisi tidak bergejala, sebagian lagi mengalami gejala ringan. 

"Mereka karena tidak punya tempat isoman di rumahnya maka memilih untuk isoter. Masyarakat saat ini sudah paham penanganan dirinya ketika positif Covid 19," tuturnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dps



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami