Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Pemuda Tainsiat Akan Tetap Rampungkan Ogoh-ogoh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan Koster telah resmi melarang pengarakan ogoh-ogoh serangkaian Nyepi 1944. Keputusan tersebut telah diduga oleh sejumlah pihak salah satunya kalangan pemuda di Banjar Tainsiat, Denpasar.
Ketua ST. Yowana Saka Buana Banjar Tainsiat, Pande Ganantra mengatakan, sejak awal telah menduga pengarahan ogoh-ogoh akan dibatalkan. Kata dia, 70 persen akan dibatalkan dan 30 persen adalah bonus.
Singkatnya, dia menilai pemerintah tidak akan memberikan izin pengarahan ogoh-ogoh. Kendati demikian dia bersama kawan-kawan tidak akan putus asa. Dia menegaskan akan merampungkan ogoh-ogoh yang telah mereka buat dengan jerih payah.
"Apa yang kita mulai harus diselesaikan," ujarnya.
Nantinya apakah tersebut akan tampil dalam lomba ogoh-ogoh yang digelar oleh Pasikian Yowana Kota Denpasar bekerjasama dengan Dinas kebudayaan Kota Denpasar. Seperti sebelumnya, penilaian lomba akan dilakukan secara door to door.
Juri akan menilai ogoh-ogoh dengan mengunjungi banjar-banjar. Mewakili teman-temannya, Pande mengatakan dirinya tak kecewa dengan keputusan yang diambil Gubernur Bali. Dia mengatakan bahwa hal itu sudah terbiasa, karena sebelumnya juga terjadi pembatalan pengarakan ogoh-ogoh.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3788 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1446 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1440 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1387 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1297 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun